Breaking News:

Dugaan Korupsi PDAM Tirtalihou, Kejati Sumut Minta Audit Khusus BPK

Tim Pidsus Kejati Sumut sudah mengambil beberapa dokumen dari kantor PDAM Tirtalihou dan Dirut PDAM Tirtalihou, Betty Sinaga.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun Medan-Alija Magribi
PENYIDIK Pidsus Kejati Sumut meminta Dirut PDAM Tirtalihou Betty Sinaga menandatangani sejumlah berkas di rumahnya, Kamis (1/7/2021) siang (Tribun Medan-Alija Magribi) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara masih meneliti seluruh alat bukti atas dugaan korupsi di tubuh PDAM Tirtalihou Simalungun. Penelitian tersebut merupakan tindak lanjut pascapenggeledahan yang dilakukan Kamis (1/7/2021) lalu.

Kasi Penkum Sumanggar Siagian yang dihubungi Tribun Medan, Senin (5/7) mengatakan, Tim Pidsus Kejati Sumut sudah mengambil beberapa dokumen dari kantor PDAM Tirtalihou dan Dirut PDAM Tirtalihou, Betty Sinaga.

"Kita baru geledah rumah Direktur Utama dan Kantor PDAM Tirtalihou. Kita mengambil beberapa dokumen yang mengarah ke perkara dugaan tindak pidana korupsi. Nanti dari dokumen dan alat bukti lainnya akan disimpulkan perkaranya," ujar Mantan Kacabjari Tiga Binanga, Tanah Karo ini.

Sumanggar enggan membeberkan dokumen apa saja yang diambil dari kedua tempat di Kompleks Pemkab Simalungun itu. Ia mengatakan dokumen yang diambil merupakan materi penyidikan sehingga bersifat rahasia.

"Terkaitan dengan dokumen yang kita bawa, rahasia ya. Bagian dari materi," katanya.

Sumanggar juga mengatakan, Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut meminta permohonan audit khusus dugaan perkara PDAM Tirtalihou Simalungun ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ataupun ke BPKP Sumut. "Selanjutnya kita akan analisis dan minta audit khusus ke BPK RI atau BPKP Sumut untuk menghitung dugaan kerugian negara. Baik tahap penyelidikan dan penyidikan ini sudah banyak saksi yang kita periksa," katanya.

Baca juga: Jaksa Kejati Temukan Bukti Dokumen Indikasi Korupsi di Rumah Direktur PDAM Tirtalihou

Diketahui, Kejati Sumut menyampaikan ke media massa bahwa penyidik pemberantasan korupsi tengah menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pemasangan Sambung Rumah (SR) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di PDAM Tirtalihou.

Dana hibah yang dikelola PDAM Tirtalihou untuk pemasangan SR-MBR mencapai Rp 14,1 miliar, yang terdiri dari hibah senilai Rp 6 miliar pada tahun 2018 dan hibah senilai Rp 8,1 miliar pada tahun 2019.

"Program hibah air minum sebanyak 4637 sambungan. Rinciannya 2.637 SR pada tahun 2019 dan sebanyak 2000 SR pada tahun 2018. Serta ada pungutan liar dalam pemasangan sambung rumah (SR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dilakukan oleh PDAM Tirtalihou Kabupaten Simalungun," kata Sumanggar saat penggeledahan berlangsung kala itu.(alj/tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved