Breaking News:

Habiskan Anggaran Hampir 70 M, Proses Revitalisasi Gedung Kantor Gubernur Sumut tak Bisa Ditunda

Pengerjaan proyek revitalisasi kantor Gubernur Sumut itu penganggarannya dilakukan sebelum terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM
SEJUMLAH pekerja menyiapkan material bangunan untuk pengerjaan revitalisasi kantor Gubernur Sumut, di Jalan Diponegoro Medan, Senin (5/7). Gubernur Edy menyebutkan revitalisasi ini merupakan tahap II dan anggarannya berasal dari APBD Sumut bersifat multiyears. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara kembali melanjutkan revitalisasi tahap kedua kantor Gubernur Sumut di Jalan Diponegoro Medan dengan pagu anggaran sebesar Rp 69,996 miliar.

Bila revitaliasi tahap pertama proyek pengerjaan dilakukan untuk lima lantai, yakni lantai 1, 2, 8, 9 dan 10, maka tahun 2021 ini dilanjutkan kegiatannya terhadap lantai yang belum tersentuh pada tahun lalu. Lalu ditambah dengan gedung BKD Sumut dan juga taman yang ada di pelataran parkir kantor Gubernur Sumut.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan, bahwa pengerjaan proyek revitalisasi kantor Gubernur Sumut itu penganggarannya dilakukan sebelum terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, termasuk Sumut.

"Jadi begini, ini kan direncanakan itu sebelum ada Covid-19, jadi diketok (DPRD Sumut) sebelum ada Covid-19. Rencananya dua tahun, tahap satu dan tahap dua. Tak bisa dihentikan karena uang negara sudah keluar di situ," ungkap Edy, Senin (5/7/2021).

Menurut Edy, lantaran penganggarannya bersifat multiyears contract (kontrak tahun jamak), menggunakan APBD Sumut, maka proses pengerjaannya tidak bisa ditunda.

"Dan tidak bisa ditunda. Dia harus dilaksanakan, tidak ada jalan lain. Kecuali ini baru direncanakan sekarang Setelah Covid-19, contohnya kantor Bappeda. Kita tunda. Kenapa? Karena Covid-19. Kalau itu tidak bisa," jelas mantan Ketua Umum PSSI itu.

Terkait pembongkaran taman air mancur yang berada di pelataran parkir kantor Gubernur Sumut yang disebut belum genap lima tahun selesai dibangun, Edy menilai hal itu dilakukan lantaran menutupi bangunan heritage atau bangunan bernilai sejarah.

Baca juga: Daftar Gubernur Sumut Dari Tahun 1948 hingga 2021, Edy Rahmayadi Gubernur ke-18

Sehingga harus dibongkar dan hanya akan dijadikan taman biasa, dengan tujuan bangunan tersebut bisa terlihat oleh masyarakat dari luar pagar kantor gubernur.

"Taman dikosongkan karena di belakangnya ada bagunan heritage," ucap Edy.

Tahap Pertama Sudah Selesai

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved