Breaking News:

Ketua Umum GMKI Minta Seluruh Cabang di Sumatera Utara Serukan Tutup TPL 

sikap ini diambil karena melihat persoalan yang ditimbulkan PT TPL jauh lebih banyak dibandingkan keuntungan ang didapatkan masyarakat.

Penulis: Kristen edi sidauruk | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Bentrok di Desa Natumingka antara warga dan karyawan PT Toba Pulp Lestari, Selasa (18/5/2021). Warga menolak penanaman bibit eucalyptus di desa itu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Jefri Edi Irawan Gultom instruksikan seluruh cabang di Sumatera Utara (Sumut) serukan penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL).

"Saya selaku Ketua Umum GMKI menginstruksikan seluruh cabang GMKI Se-Sumatera Utara untuk bergerak bersama masyarakat terdampak dalam memperjuangkan Gerakan tutup TPL, dan kami PP GMKI akan suarakan di tingkat pemerintah pusat," kata Jefri, melalui keterangan tertulis yang disampaikan ke tribun medan, Senin (5/7/2021). 

Ia mengatakan, sikap ini diambil karena melihat persoalan yang ditimbulkan PT TPL jauh lebih banyak dibandingkan keuntungannya yang didapatkan masyarakat di kawasan Danau Toba. 

"Keberadaan PT TPL banyak menyakiti bahkan melukai masyarakat adat dan juga menyoal kelestarian lingkungan hidup di sekitar Danau Toba," ujar Jefri. 

Ia menyampaikan PP GMKI menyayangkan kejadian kekerasan yang mengakibatkan masyarakat Natumingka dan beberapa  daerah lain yang menjadi korban pemukulan maupun kerusakan lingkungan akibat operasional PT TPL. 

"Dengan memperhatikan buah yang dilahirkan PT.TPL adalah konflik dan kerusakan, maka saya menilai kehadiran PT. TPL tidak untuk pembangunan masyarakat sekitar atau pemerintah daerah," ungkapnya. 

Mahasiswa pasca sarjana Universitas Indonesia itu mengatakan sudah saatnya PT TPL ditutup total dari kawasan Danau Toba sebab menurutnya akan menyelamatkan kelestarian alam sekitar. 

"Oleh karena itu, dengan tegas saya katakan PT. TPL sudah saatnya tutup permanen karena itulah solusi terbaik, dengan itu kita menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar Danau Toba dan menghindarkan masyarakat dari korban kekerasan dan korban bencana akibat aktivitas PT TPL," kata Jefri.

Lebih lanjut ia menyampaikan penutupan PT TPL akan mempercepat program presiden Joko Widodo mengembangkan Danau Toba menjadi destinasi wisata kelas Internasional. 

"Di sisi lain sesuai kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi yang menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas dengan tujuan menjadi wisata kelas Internasional," ungkapnya.

Dari amatannya, kelestarian alam Danau Toba terus mengalami penurunan kualitas, hal tersebut ditandai dengan debit air danau yang terus berkurang dikarenakan hutan yang menjadi hulu air Danau Toba diduga telah rusak.

"PP GMKI berkeyakinan bila potensi wisata Danau Toba dapat dimaksimalkan dengan melestarikan lingkungan sekitar Danau Toba lebih memajukan ekonomi masyarakat dibanding mempertahankan keberadaan PT TPL," jelasnya.

Ia menyampaikan sudah saatnya tanah masyarakat adat yang menjadi konsesi PT TPL dikembalikan, pemerintah harus tegas mengambil sikap agar tidak tejadi persoalan baru. 

"Solusi yang diberikan oleh PP GMKI  terhadap penutupan TPL adalah tanah masyarakat adat di kembalikan, karyawan  harus mendapatkan pesangon yang layak, jika soal PAD dan pajak untuk negara dapat dicari melalui yang lain, tidak harus dari PT.TPL," pungkas Jefri. (cr6/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved