Breaking News:

PPKM Darurat Jawa-Bali Dimulai, Penumpang di Bandara Kualanamu Berkurang 35 Persen

Sejumlah tempat check in yang biasanya dipadati penumpang di Bandara Kualanamu tak terlihat sama sekali.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Penumpang check in di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, Senin (5/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Jawa-Bali yang berlaku mulai hari ini, (5/7/2021), langsung membuat jumlah penumpang di Bandara Internasional Kualanamu turun signifikan.

Sejumlah tempat check in yang biasanya dipadati penumpang di Bandara Kualanamu tak terlihat sama sekali. Hanya beberapa penumpang saja yang melakukan check in. 

"Bandara Internasional Kualanamu mengalami penurunan dari jumlah penerbangan maupun penumpang. Kita prediksi sekitar 35 persen, biasanya itu ada sekitar 80-100 penerbangan dengan jumlah penumpang 9 ribuan sampai 10 ribuan," ujar Manager Officer in Charge (OIC), Mira Ginting.

Lanjut Mira, terkhusus tanggal (5/7/2021), hanya sekitar 56 penerbangan dan dua penerbangan internasional.

"Total penumpang 5.032 orang, di mana penumpang internasional ada 145 orang," ujar Mira. 

"Kalau ada penumpang yang gak bisa divaksin, harus ada surat keterangan dari dokter, bahwasanya penumpang tersebut yang belum melakukan vaksin mungkin mengidap suatu penyakit atau memang belum terfasilitasi," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Adapun Surat Edaran kementerian perhubungan nomor 45 Tahun 2021 tentang pelaksanaan perjalanan dalam negeri dengan transportasi udara pada masa pandemi Covid-19 yang berlaku mulai tanggal 05 Juli 2021, penumpang pesawat untuk penerbangan antar bandara di pulau jawa, dan penerbangan dari bandara yang berada di luar pulau Jawa ke bandara yang berada di Pulau Jawa harus menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang samplenya di ambil dalam waktu maksimal 2x24 jam sebelum berangkat.

Kondisi serupa juga dialami penerbangan ke Pulau Bali. 

Sedangkan untuk penerbangan ke bandara selain pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes) akan melakukan validasi kartu vaksinasi dan surat hasil tes PCR bagi calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Kualanamu yang menuju dan dari Jawa, serta menuju Bali. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved