News Video
Wali Kota Bobby Nasution Pastikan Pembelajaran Masih Dilakukan Secara Daring di Tahun Ajaran Baru
Wali Kota Medan Bobby Nasution memastikan pada tahun ajaran baru 2021/2022 yang akan berlangsung pekan depan pembelajaran masih akan dilakukan daring.
Wali Kota Bobby Nasution Pastikan Pembelajaran Masih Dilakukan Secara Daring di Tahun Ajaran Baru
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution memastikan pada tahun ajaran baru 2021/2022 yang akan berlangsung pekan depan pembelajaran masih akan dilakukan secara daring.
Diketahui Tahun Ajaran (TA) baru 2021/2022 akan berlangsung pada 12 Juli 2021 mendatang.
Sementara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dilakukan pada 8 Juli 2021.
"Minggu depan kita akan melaksanakan pembelajaran tahun ajaran baru, sudah saya konfirmasi dari Dinas Pendidikan saya juga diminta langsung oleh pak Kadis untuk hadir secara daring," kata Bobby saat ditemui di Balai Kota, Senin (5/7/2021).
Bobby mengatakan, sepanjang Bulan Juli 2021 pembelajaran dipastikan masih akan dilakukan secara daring. Setelahnya, kata dia, akan dilakukan evaluasi.
"Tidak ada sekolah tatap muka, karena atensi dari Pak Gubernur sekolah tatap muka dimulai di Bulan Agustus. Ini atensi dari pak Gubernur dan kami dari Pemerintah Kota Medan mengikuti," tambahnya.
Meskipun pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan, Bobby mengaku pihaknya telah melakukan berbagai persiapan.
Sehingga saat diperbolehkan nantinya pembelajaran tatap muka dapat berlangsung dengan baik.
"Namun saya selalu sampaikan kami sampai dengan hari ini selalu menyiapkan opsi apabila sekolah tatap muka dilaksanakan, karena tidak mungkin kita melakukan itu pada saat sudah mau diperbolehkan. Tidak mungkin mendesak," katanya.
"Oleh karena itu kita tetap laksanakan simulasi apabila nanti disarankan atau diperbolehkan pembelajaran tatap muka," tambahnya.
Ia pun memastikan jika nantinya pembelajaran tatap muka diperbolehkan, pihaknya tak ingin keselamatan siswa-siswi terancam.
"Makanya saya bilang kita sedia payung sebelum hujan. Jadi nanti kalau sekolah tatap muka dilaksanakan jaminan keselamatan anak-anak kita itu tidak terancam," jelasnya.
Bobby mengatakan, dirinya tak hanya melibatkan Dinas Pendidikan dan Kesehatan dalam hal persiapan sekolah tatap muka, namun juga Dinas Perhubungan untuk memastikan protokol kesehatan di angkutan umum berlangsung dengan ketat.
"Tidak hanya Dinas Pendidikan dan kesehatan, tapi Dinas Perhubungan juga saya minta atensi bagaimana agar penerapan protokol kesehatan di angkutan umum diperketat. Karena itu juga potensi menjadi penyebaran virus di anak-anak kita," pungkasnya.
(cr14/tribun-medan.com)