Breaking News:

Fokus ke Pembuatan Tali Pengait Masker, Susan Handycraft Berkembang di Tengah Pandemi

Pengrajin tali konektor dari manik-manik, Susan Handycraft terus berkembang di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Yufis Nianis Nduru | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/YUFIS NIANIS NDURU
Susan Haryanti, pemilik Susan Handycraft, menunjukkan beberapa produk hasil kerajinan tangannya, Senin (5/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Pengrajin tali konektor atau pengait masker dari manik-manik, Susan Handycraft terus berkembang di tengah pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah, di tengah pandemi, tali konekter yang kami buat ini sangat laku di pasaran," kata Susan Haryanti, pemilik Susan Handycraft, Senin (5/7/2021). 

UMKM yang beralamat di Jalan Karya Tani No 131, Kecamatan Medan Johor ini dalam sehari memproduksi puluhan tali konektor yang semakin sering dipakai seiring masifnya penggunaan masker wajah. 

"Kami tidak hanya produksi tali konekter saja melainkan ada ragam kerajinan tangan dan bisa membuat kreasi sesuai keinginan customer," ujar Susan. 

Sekitar ratusan lebih hasil kerajinan tangan miliknya terjual tiap bulannya. Ia sering menerima pesanan untuk souvenir pernikahan dalam jumlah besar. 

"Dengan usaha ini, Alhamdulillah ada omset yang lumayan juga di tengah keadaan seperti ini dan kita akan terus melayani bila ada pesanan," katanya. 

Susan mengungkapkan memulai usaha kerajinan tangan pada tahun 2004 dengan belajar otodidak. 

"Saya memulai bisnis ini karena hobi dan pada tahun 2004 awalnya kita hanya buat aksesoris seperti cincin, gelang, dan bunga. Aku belajar otodidak. Sebelum ada smartphone, saya sering ke warnet juga tambah-tambah pengetahuan untuk bisa buat banyak ragam hasil kerajinan tangan. Sekarang kita lihat tali konektor dicari, maka kita juga coba kreasikan dengan manik-manik seperti mutiara bahkan rajut dan akhirnya banyak minat," katanya. 

Harga kerajinan tangan yang dikreasikan mulai dari Rp 5 ribu sampai ratusan ribu. 

Dalam memasarkan produknya, Susan memanfaatkan media sosial serta mengikuti kegiatan-kegiatan hingga hasil kerajinannya di pasarkan di kantor camat wilayah tempat tinggalnya. 

Sementara itu bahan manik-manik yang digunakan adalah bahan pilihan seperti mutiara lombok dan kristal. (cr20/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved