Breaking News:

MENYASAR Kekerasan atas Perempuan, Anggota DPRD Toba Mutiara Panjaitan Angkat Bicara

Baginya, ada sebuah catatan penting terhadap perlakuan tidak adil bagi perempuan di Kabupaten Toba.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Anggota DPRD Kabupaten Toba Mutiara Panjaitan. (TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

"Kita masih fokus pada refocusing untuk dua tahun ini. Sehingga, pelatihan-pelatihan belum menjadi prioritas Kabupaten Toba untuk saat ini. Kendati demikian, ini tetap menjadi perhatian kita," terangnya.

"Sosialisasi ini bahwa Perda sudah dibuat tahun 2020,yang kemudian baru disosialisasikan pada tahun 2021," sambungnya.

Dalam sosialisasi tersebut, ia berharap para kepala desa yang terhimpun dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Toba menjadi penyampai Perda tersebut kepada masyarakat.

"Fungsi sosialisasi ini adalah agar masyarakat ini tahu bahwa melalui para kepala desa yang hadir di sini agar mereka menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa di kabupaten kita sudah ada Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan," sambungnya.

Secara tegas, ia menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan punya hak sama. Dan hal ini harus terlihat di bidang ekonomi, pendidikan, maupun politik, serta bidang kehidupan lainnya.

"Laki-laki dan perempuan adalah sama, misalnya dalam perolehan di bidang pendidikan, ekonomi, maupun politik," terangnya.

Menyoal kasus kekerasan dan penindasan terhadap kaum perempuan di Toba, ia menilai bahwa adat istiadat memberikan kontribusi besar. Sehingga tingkat kekerasan dan penindasan bagi perempuan di Toba relatif rendah dibanding kabupaten lainnya.

"Kalau sepengamatan saya, sebenarnya penindasan n terhadap perempuan di Kabupaten Toba tidak sebanyak seperti di kabupaten lain," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved