Breaking News:

Panjang Jalan Rusak di Medan yang Diperbaiki Masih 815 Meter

Menantu Presiden RI itupun optimistis menargetkan dalam jangka waktu dua tahun Kota Medan bisa bebas dari jalan berlubang.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI
WALI Kota Medan Bobby Nasution meninjau Jalan Bunga Asoka, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang yang rusak parah, Selasa (6/7/2021). Bobby meninjau beberapa ruas jalan yang kupak kapik dan berlubang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perbaikan dan pemeliharaan jalan di Kota Medan menjadi program prioritas Wali Kota Medan Bobby Nasution selama masa kepemimpinannya. Menantu Presiden RI itupun optimistis menargetkan dalam jangka waktu dua tahun Kota Medan bisa bebas dari jalan berlubang.

Namun, memasuki pertengahan tahun 2021 total perbaikan dan pemeliharaan jalan di Kota Medan belum menunjukkan perkembangan signifikan. Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan dari total lima persen jalan yang perlu diperbaiki, sejauh ini baru 0,5 persen yang berhasil direalisasi.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Zulfansyah, total lima persen jalan tersebut adalah total jumlah jalan yang membutuhkan pemeliharaan setiap tahunnya.

"Panjang jalan yang harus diperbaiki setiap tahunnya adalah kurang lebih lima persen dari panjang jalan yang ada, yaitu kurang lebih 163 kilometer. Sedangkan rata-rata perbaikan setiap tahunnya sekitar 50 kilometer saja," ujar Zulfansyah, Selasa (6/7).

Dari angka 0,5 persen ini, maka total jalan yang baru dapat diperbaiki selama lima bulan Bobby menjabat sebagai Wali Kota Medan masih sebanyak 815 meter atau tak sampai satu kilometer.

Wali Kota Medan mengatakan, dirinya meralar jumlah panjang jalan di kota Medan.

"Saya ralat tadi ya, bukan 30 persen, tapi lima persen jalan milik Kota Medan yang perlu diperbaiki. Target kita dua tahun dan yang sudah terlaksana masih 0,5 sekian, karena pekerjaan tahun ini juga belum semua anggaran kita kerjakan," ujar Bobby Nasution saat meninjau pembangunan Jalan Pasar Induk Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan, Selasa (6/7/2021).

Dikatakn Bobby, alasan jumlah jalan rusak yang sudah diperbaiki masih belum maksimal adalah karena masih rendahnya serapan anggaran Kota Medan. "Kita akui realisasi atau serapan anggaran kita juga masih rendah di semester ini, artinya ini berpengaruh sama jumlah jalan yang kita kerjakan," tuturnya.

Bobby menjelaskan, pada bulan Juli 2021 ini serapan anggaran Pemerintah Kota Medan baru mencapai 27 persen. "Memang lagi kita kebut. Ada beberapa pekerjaan, ada beberapa proyek yang kita minta dikebut. Hari ini baru 27 persen serapan anggaran kita dan kita kejar terus. Memang ada pekerjaan yang sudah dikerjakan tapi belum terbayarkan," ungkapnya.

Bobby menuturkan, untuk mempercepat penyelesaian permasalahan infrastruktur termasuk jalan rusak, dirinya berharap dana Silpa (Selisih Pagu Anggaran) tahun 2020 bisa dialokasikan khusus untuk Dinas PU Medan terkait perbaikan dan pemeliharaan jalan.

Baca juga: Baru 0,5 Persen Jalan Rusak yang Diperbaiki Selama Lima Bulan Menantu Presiden Jabat Wali Kota Medan

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved