Breaking News:

Kepemilikan Biji Ganja

Malang Nian, Simpan 1,2 Kg Biji Ganja Punya Kawan, Kakek Ini Divonis 8 Tahun

Dedy Riswandi divonis 8 tahun penjara karena menyimpan 1,2 Kg biji ganja di rumahnya

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Dedy Raswandi, warga Jalan Budi Luhur, Kecamatan Medan Helvetia ini cuma bisa pasrah ketika divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim Denny Lumban Tobing.

Pasalnya, lelaki berusia 61 tahun ini sebelumnya kedapatan menyimpan biji ganja seberat 1,2 kilogram.

Dalam persidangan, hakim menganggap perbuatan Dedy Raswandi melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Baca juga: Hendak Jualan Ganja, Petani di Desa Naman Ini Keburu Dibekuk Petugas

"Menjatuhkan terdakwa Dedy Raswandi dengan pidana penjara selama 8 tahun, denda Rp 1 miliar, yang apabika tidak dibayar diganti pidana penjara selama 6 bulan," kata hakim di PN Medan, Rabu (7/7/2021).

Menurut hakim, adapun hal yang memberatkan hukuman Dedy Raswandi perbuatannya itu tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan narkotika.

"Adapun hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan dan terdakwa sudah berusia lanjut," kata hakim.

Baca juga: Kampung Semut Zona Merah Narkoba Diacak-acak Polisi, Barbuk 2,4 Kg Ganja dan Pemilik Ditangkap

Usai mendengarkan vonis, Dedy Raswandi yang mengikuti sidang secara daring langsung menerima putusan tersebut.

"Terima pak," kata Dedi.

Diketahui, vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Mariati Siboro

Dalam dakwaan jaksa disebut, perkara ini bermula saat terdakwa sedang berdiri di depan rumah dan tiba tiba para saksi dari kepolisian mengatakan bahwa terdakwa diduga memiliki narkotika.

Baca juga: Pedagang Sandal Penjual 10 Kg Ganja Dijebak Polisi, Terancam Hukuman 20 Tahun

Kemudian, para saksi membawa terdakwa ke dalam rumah lalu mengeledah kamar terdakwa dan menemukan dua bungkus plastik berisi biji-bijian ganja.

Saat itu, terdakwa mengatakan bahwa barang haram tersebut milik seseorang bernama Pinem, yang rencananya untuk dibuang.

Pinem sebelumnya menitipkan barang itu di kamar Dedy.

"Setelah itu para saksi membawa terdakwa untuk mencari Pinem, namun tidak ditemukan. Kemudian terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Polrestabes Medan," ucap jaksa.(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved