Vaksinasi Anak di Medan
MEDAN Terapkan Pengetatan PPKM Mikro, Vaksinasi Anak Terpaksa Dilakukan dengan Pembatasan Peserta
Wali Kota Medan Bobby Nasution yang hadir secara virtual di lokasi vaksinasi mengatakan vaksinasi anak di Kota Medan resmi diluncurkan.
Medan Terapkan Pengetatan PPKM Mikro, Vaksinasi Anak Terpaksa Dilakukan dengan Pembatasan Peserta
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Program vaksinasi Covid-19 bagi anak berusia 12-17 tahun mulai dilakukan di Gedung PKK Kota Medan, Jalan Rotan Proyek, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah (7/7/2021).
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 perdana bagi anak di Kota Medan ini terpaksa dilakukan dengan pembatasan peserta dan pengetatan protokol kesehatan yang sangat ketat. Hal ini dikarenakan Kota Medan masuk dalam 43 Kabupaten/Kota yang harus melaksanakan pengetatan PPKM mikro non Jawa Bali.
Peserta vaksinasi secara simbolis hanya bagi 10 orang anak.
Wali Kota Medan Bobby Nasution yang hadir secara virtual di lokasi vaksinasi mengatakan vaksinasi anak di Kota Medan resmi diluncurkan.
"Hari ini bersamaan dengan Hari Keluarga Nasional kita luncurkan vaksinasi anak usia 12-17 tahun,"
"Namun karena hari ini Kota Medan masuk dalam 43 Kabupaten/Kota yang harus melaksanakan pengetatan PPKM mikro jadi saya minta dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan peserta," ujar Bobby melalui video conference di Gedung PKK Medan, Rabu (7/7/2021).
Bobby berharap, dengan diluncurkannya vaksinasi anak di Kota Medan dapat mendongkrak jumlah target vaksinasi harian di Medan.
"Dengan diluncurkannya vaksinasi khusus anak ini akan menambah lagi target yang bisa kita capai jumlah perharinya. Untuk itu saya mengajak mari sama-sama kita sukseskan baik vaksinasi maupun pengetatan PPKM mikro ini," ungkapnya.
Terpisah, Plt Kadis Kesehatan Kota Medan, Syamsul Arifin Nasution menuturkan bahwa pelaksanaan vaksinasi anak usia 12-17 tahun ini terpaksa dilakukan pembatasan.
"Kita ganti jadwal dan lokasinya, awalnya dijadwalkan Pak Wali hadir, tapi akhirnya karena kita masuk pengetatan PPKM mikro semuanya diganti menjadi virtual," ungkap Syamsul.
Ia pun mengatakan tak hanya pembatasan peserta, vaksinator dan petugas juga jumlahnya dibatasi untuk menghindari kerumunan dan resiko penularan Covid-19.
"Vaksinator hari ini hanya satu meja kita siapkan karena kita melakukan pembatasan yang ketat dan kita harapkan jangan sampai terjadi kerumunan," pungkasnya.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anak-penerima-vaksinasi.jpg)