Breaking News:

Patumbak dan Percut Langganan Puting Beliung, Kepala BPBD Sebut Ada Kaitan dengan Kebun Sawit

Kepala BPBD Deliserdang Zainal Abidin Hutagalung mengatakan, sepanjang 2021 sudah terjadi tiga kali angin puting beliung yang disertai hujan deras.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Warga memperbaiki atap rumah, Rabu (7/7/2021), yang rusak diterjang angin puting beliung pada Senin lalu. Warga yang belum mendapatkan bantuan menggunakan atap bekas yang masih bisa terpakai untuk mengantisipasi hujan turun kembali. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deliserdang berpendapat Kecamatan Patumbak dan Percut Sei Tuan sering menjadi sasaran empuk angin puting beliung karena semakin sedikitnya pohon perkebunan.

Kepala BPBD Deliserdang Zainal Abidin Hutagalung mengatakan, sepanjang 2021 ini sudah terjadi tiga kali angin puting beliung yang disertai hujan deras.

Menurutnya, angin kencang merusak harta benda masyarakat lantaran pohon-pogon pemecah angin semakin berkurang.

"Kalau dulu kan perkebunan sawit tinggi itu pohonnya bisa memecah angin. Ini sekarang sudah tidak ada. Lagi pula jarak pemukiman itu pun jarang-jarang," Kata Kepala BPBD, Deliserdang Zainal Abidin Hutagalung, Rabu (7/7/2021).

Zainal menyebutkan, Patumbak dan Percut merupakan jalur angin.

Menurutnya, pengalihfungsian lahan mungkin tidak terhindarkan seiring perkembanghan jaman. Namun seharusnya dibarengi dengan mitigasi bencana.

"Memang disitu ada seperti jalurnya, terutama di Patumbak Dua. Selain itu dia Desa Sidomulyo. Itu memang jalurnya, Karena dahulu kan perkebunan sawit itu. Nah kalau sekarang sudah tidak ada lagi itu pemecahan angin," lanjutnya.

Berbeda dengan kawasan Percut Sei Tuan, dia menjelaskan kalau wilayah ini memang banyak lahan kosong sehingga angin dengan mudahnya melintas tanpa ada penghalang.

Ariadi beserta saudaranya sedang memperbaiki atap rumahnya yang terlepas akibat diterjang angin puting beliung di Desa Marindal I Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (6/7/2021).
Ariadi beserta saudaranya sedang memperbaiki atap rumahnya yang terlepas akibat diterjang angin puting beliung di Desa Marindal I Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (6/7/2021). (TRIBUN MEDAN/ FREDY)

"Soalnya kejadian seperti itu banyak di area bekas lahan-lahan perkebunan seperti Desa Amplas. Itukan terbuka. Jadi seperti itu," kata Zainal Abidin Hutagalung menjelaskan.

Ia mengatakan, BPDB Deliserdang sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah setempat untuk sama-sama mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan BPBD cara yang paling ampuh saat ini adalah memperkuat ikatan atap rumah dan menanam pohon agar angin tidak menerjang pemukiman.

Rumah milik Suparman di Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan hancur diterjang angin puting beliung, Kamis (8/4/2021).(TRIBUN MEDAN/FADLI)
Rumah milik Suparman di Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan hancur diterjang angin puting beliung, Kamis (8/4/2021).(TRIBUN MEDAN/FADLI) (TRIBUN MEDAN/FADLI)

Menurut Zainal, kejadian yang kerap terjadi adalah atap rumah warga yang lepas dari bangunan disebabkan kurangnya keamanan yang dibuat pemilik rumah sehingga pengait tidak mampu menahan.

"Itulah upaya itu sambil kita melakukan sosialisasi kalau mereka membangun konstruksi atap di perkuat, jangan hanya menempel saja, diikat. Kan banyak yang hanya menempel," tutupnya. (cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved