Breaking News:

PEMKAB Langkat tidak akan Berlakukan PPKM Darurat kendati Berbatasan dengan Aceh, Ini Alasannya

Wakil Bupati Kabupaten Langkat, Syah Afandin mengatakan, dalam mengatasi penyebaran wabah, pihaknya telah melakukan pembatasan mobilitas masyarakat.

Penulis: Satia | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/WEN SATIA
Wakil Bupati Kabupaten Langkat Syah Afandin. (TRIBUN MEDAN/WEN SATIA). 

TRIBUN MEDAN.COM, STABAT - Pemerintah Kabupaten Langkat mengaku tidak akan menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di daerahnya, lantaran jumlah penularanan Covid-19 masih dapat diatasi dengan melakukan berbagai cara.

Wakil Bupati Kabupaten Langkat, Syah Afandin mengatakan, dalam mengatasi penyebaran wabah, pihaknya telah melakukan pembatasan mobilitas masyarakat secara ketat.

Di mana, pihaknya menutup sementara tempat wisata dan hiburan yang ada di Kabupaten Langkat.

"Kita rasa belum sampai kesana, walaupun kita berbatasan dengan Aceh. Akan tetapi, dengan melakukan pengetatan penjagaan di pintu masuk dan penutupan sementara tempat wisata, untuk mengantisipasi penyebaran," katanya kepada Tribun Medan melalui sambungan telepon genggam pada Rabu (7/7/2021).

Pria yang karib disapa Ondim ini mengatakan, bahwa pembatasan dan penutupan sementara yang dilakukan, terbukti ampuh menurunkan angka penyebaran.

"Dengan melakukan itu, kita saat ini telah terjadi penurunan angka penyebaran," jelasnya.

Untuk itu, ia berharap seluruh masyarakat Kabupaten Langkat dapat mematuhi peraturan yang ada. Di mana, saat berada di luar ruangan, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, menggunakan masker dan menjaga jarak antara sesama dibutuhkan.

"Kita minta kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan selama berada di luar, jangan mengabaikan sesuatu yang kecil dengan keselamatan bersama," ujarnya.

Melalui Dinas Kesehatan, jumlah pasien yang masih dirawat di rumah sakit saat ini berjumlah 10 orang, tertanggal 6 Juli 2021.

Sementara untuk data secara keseluruhan, jumlah orang terpapar berjumlah 1.393 orang.

Sedangkan yang sembuh sebanyak 1.202 orang dan meninggal dunia tercatat 181 pasien.

(wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved