Breaking News:

Kedai Tok Awang

Takdir Tuhan dan Dua Cocokologi

SETELAH kekalahan di pertandingan pertama dan kedua babak grup, hampir-hampir tidak ada yang mengira Denmark akan “hidup” sebegini lama di Euro 2020.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Randy P.F Hutagaol
AFP PHOTO/ALBERTO LINGRIA
PELATIH Tim Nasional Inggris Gareth Southgate (kanan) menyalami pemainnya yang juga kapten tim Harry Kane usai laga kontra Ukraina di Olympic Stadium, Roma, Italia, 3 Juli 2021. Inggris akan berhadapan dengan Denmark di Semi Final Euro 2020 dinihari nanti. (AFP PHOTO/ALBERTO LINGRIA) 

Sebagai peringkat kedua grup, di bawah Belgia.

Dinamit Denmark meledak di laga terakhir kontra Rusia, dan sejak itu, menyusul ledakan-ledakan lain.

FOTO kombo Kiper Tim Nasional Denmark pada Piala Eropa 1992, Peter Schmeichel (kiri), dan Kiper Tim Nasional Denmark pada 
Piala Eropa 2020 Kasper Schmeichel. Kasper yang merupakan anak dari Peter Schmeichel akan bermain di laga Semi Final Piala 
Eropa 2020 kontra Inggris dini hari nanti. (AFP PHOTO/Kenzo Tribouillard/GOAL)
FOTO kombo Kiper Tim Nasional Denmark pada Piala Eropa 1992, Peter Schmeichel (kiri), dan Kiper Tim Nasional Denmark pada Piala Eropa 2020 Kasper Schmeichel. Kasper yang merupakan anak dari Peter Schmeichel akan bermain di laga Semi Final Piala Eropa 2020 kontra Inggris dini hari nanti. (AFP PHOTO/Kenzo Tribouillard/GOAL) (AFP PHOTO/Kenzo Tribouillard/GOAL)

Wales dibantai empat gol tanpa balas.

Di Perempat Final, Republik Ceko yang kala itu mulai digadang sebagai tim kejutan lantaran memulangkan Belanda, juga dilibas.

“Awak enggak tahu apa yang bikin Denmark berubah jadi mengerikan kayak gini. Ini berandai-andai, ya. Kalok Eriksen enggak kena jantung, mungkin bisa lain ceritanya,” kata Mak Idam.

Leman Dogol dan Sangkot mengangguk hampir berbarengan.

“Kayaknya kalok dalam kondisi normal kurang greget Denmark ini, ya. Tapi kondisi terjepit malah menggigit. Kayak ada tuahnya,” ucap Leman.

“Kayak PSMS, ya, Bang. Mirip kali,” kata Ane Selwa menyahut.

Leman Dogol, Sangkot, dan Mak Idam tertawa.

Pun Jontra Polta, dan Jek Buntal yang baru tiba di Kedai Tok Awang.

“Hidup PSMS! Hidup PSMS! Hidup PSMS,” serunya seraya mengepalkan tangan.

Pascaderai tawa yang panjang, Leman Dogol mengembalikan percakapan ke pembahasan semula.

Apakah dinamit Denmark akan meledak lagi? Apakah ledakan ini akan memulangkan Inggris, sekaligus memupus harapan dan membuat cita-cita ‘Football Coming Home’ –untuk kali kesekian– kembali terhenti sekadar sebagai slogan.

Pertanyaan ini dijawab Tok Awang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved