Breaking News:

TERNYATA Masih Banyak Masyarakat Sumut Tak Percaya Covid-19, Kok Bisa?

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengakui, tingkat kepatuhan masyarakat di daerah yang dipimpinnya masih sangat rendah.

Editor: Royandi Hutasoit
Tribun-Medan.com/Mustaqim Indra Jaya
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Wagub Sumut Musa Rajekshah dan Kadis Kominfo Sumut Irman Oemar saat memberikan keterangan di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, Jumat (21/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan di 20 provinsi di Indonesia, salah satunya Provinsi Sumatera Utara (Sumut) masih rendah.

Hal itu menjadi alasan masih tingginya lonjakan angka kasus Covid-19 di Indonesia.

Adapun standar kepatuhan protokol kesehatan (Prokes), menurut Satgas Penanganan Covid-19 adalah sebesar 85 persen.

Namun Satgas Penanganan Covid-19 mencatat dalam sepekan terakhir, Sumut memiliki standar kepatuhan prokes rata-rata berada di bawah 85 persen, bersama 19 provinsi lainnya.

Ada pun tingkat kepatuhan terhadap prokes itu diterjemahkan menjadi tingkat kepatuhan memakai masker, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan.

 

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengakui, tingkat kepatuhan masyarakat di daerah yang dipimpinnya masih sangat rendah.

Menurutnya, ia masih sering menjumpai warga yang tak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.

"Masih banyak yang abai. Kita lihat di pasar-pasar tradisional sama sekali mengabaikan. Paling 15-20 persen yang menggunakan masker. Yang lain, mengabaikan,” kata Edy saat ditemui di rumah dinasnya di Medan, Rabu (7/7/2021).

Tak percaya adanya virus Corona

Menurut dia, masih banyaknya masyarakat yang tak patuh prokes karena mereka masih tidak percaya bahwa virus Corona itu ada.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved