News Video

Ratna Dijanjikan Mantan Wali Kota Binjai Idaham Jabat Direktur RS, Setelah Masukan orang Jadi PNS

Adapaun korban yang tertipu oleh Ratna Milda Nasuiton, yakni Siska Ginting, Sindi Amalia dan Ikhsan. Ketiga korban ini juga sudah memberikan uang

Penulis: Satia | Editor: heryanto

Ratna Dijanjikan Mantan Wali Kota Binjai Idaham Jabat Direktur RS, Setelah Masukan orang Jadi PNS

TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI- Muncul fakta baru dalam persidangan pemeriksaan terdakwa Ratna Milda Nasution, PNS Dinkes Kota Binjai, yang gelapkan uang dengan menawari orang menjadi pegawai.

Dalam persidangan, Ratna mengatakan, bahwa ia dijanjikan mantan Wali Kota Binjai Idaham untuk menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit, apabila bisa menarik uang kepada orang yang mau menjadi PNS.

"Saya dijanjikan menjadi Direktur Rumah Sakit setelah memasukkan orang menjadi PNS," kata dia, dihadapan Majelis Hakin, di ruang sidang, PN Binjai, Jalan Gatot Subroto, Kamis (8/7/2021).

Kemudian, kata dia Idaham terus menanyakan kepadanya mana orang-orang yang masuk menjadi PNS dengan jalur khusus, lantaran dirinya sedang ada di Jakarta.

Sebab, menurutnya Idaham telah mencantumkan pemberitahuan melalui media sosialnya ada penerimaan CPNS melalui jalur khusus.

"Mantan Wali Kota Idaham bilang mana teman kamu yang mau masuk PNS, saya lagi di jakarta," ungkapnya.

Kemudian, dirinya juga mengaku menjadi PNS lewat jalur khusus, pada jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wali Kota Binjai Umri. Karena dasar itu, ia percaya dan mengajak tiga orang untuk masuk menjadi PNS, melalui jalur khusus.

"Kami ujian juga, yang mengeluarkan SK kami dulu pak Umri. Mereka bertiga juga akan di masukan jalur khusus pada bidang kesehatan dan guru tahun 2020, jaman Wali Kota Idaham," ungkapnya.

Adapaun korban yang tertipu oleh Ratna Milda Nasuiton, yakni Siska Ginting, Sindi Amalia dan Ikhsan. Ketiga korban ini juga sudah memberikan uang ratusan juta secara langsung dan transfer kepada Ratna.

Ketiga orang ini mentransfer uang kepada Ratna secara bertahap, yang kemudian diteruskannya ke Idaham.

Lalu, Ratna juga ditipu, setelah mentransferkan uang kepada Idaham, ketiga korban itu tidak juga mendapat surat keputusan menjadi pegawai negeri sipil.

"Idaham terus mengejar saya, untuk bicara kepada tiga korban agar dapat segera mengirimkan uang," jelasnya.

Sementara itu, Saksi lain, yakni Bambang Santoso yang merupakan pegawai Bank BRI, dibacakan oleh JPU Benny, membenarkan bahwa ketiga korban ada mentransfer uang kepada Ratna.

"Memang benar ada mengirimkan uang," kata Benny.

Terpisah, Ketua Majelis Hakim, David Simare-mare menunda sidang ini sampai pekan depan, dengan meminta menghadirkan sejumlah barang bukti.

"Sidang kita tunda Kamis depan, dan sekalian menghadirkan barang bukti," jelasnya.

(wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved