Breaking News:

Nilai Tukar Petani di Sumut Turun, Paling Banyak Disumbang Komoditas Kelapa Sawit

BPS Sumut mencatat NTP per Juni 2021 sebesar 116,56 atau turun 1,70 persen dibandingkan dengan NTP Mei 2021 yaitu sebesar 118,58.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nilai Tukar Petani (NTP) di Sumut mengalami penurunan per Juni 2021.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat NTP per Juni 2021 sebesar 116,56 atau turun 1,70 persen dibandingkan dengan NTP Mei 2021 yaitu sebesar 118,58.

"Penurunan NTP Juni 2021 disebabkan oleh turunnya NTP pada tiga subsektor seperti NTP subsektor Hortikultura sebesar 2,98 persen, NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 3,03 persen, dan NTP subsektor Perikanan sebesar 0,19 persen," ungkap Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumut Dinar Butar-butar, Jumat (9/7/2021).

Sementara, NTP dua subsektor lainnya mengalami kenaikan, yaitu NTP subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,32 persen dan NTP Subsektor Peternakan sebesar  0,97 persen.

Pada Juni 2021, beberapa komoditas produksi pertanian memberikan andil terbesar terhadap Nilai Tukar Petani (NTP) di daerah perdesaan Sumatera Utara.

Pada subsektor Tanaman Pangan, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan NTPP adalah komoditas gabah sebesar 0,60 persen dan ketela pohon sebesar 0,05 persen. 

Pada subsektor Hortikultura, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap penurunan NTPH, diantaranya jeruk sebesar 1,83 persen, cabai merah sebesar 1,65 persen, dan kol/kubis sebesar 0,44 persen.

Pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap penurunan NTPR, yaitu kelapa sawit sebesar 4,04 persen. 

Pada subsektor Peternakan, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan NTPT, diantaranya babi sebesar 0,60 persen, sapi potong sebesar 0,45 persen, dan kambing sebesar 0,11 persen.

Sementara itu, Dinar menuturkan bahwa Ikan Nila Tawar memenangkan andil penurunan NTP pada bulan Juni.

"Pada subsektor Perikanan, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap penurunan NTNP diantaranya ikan nila tawar sebesar 0,83 persen, kepiting laut sebesar 0,66 persen, dan ikan mas/karper tawar sebesar 0,18 persen," ucap Dinar.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved