Breaking News:

TRIBUNWIKI

SOSOK Rahmat Hasibuan, Hakim PN Siantar, Sempat Jadi Honorer dan Gagal Jadi Dokter

Cerita lama di balik pria murah senyum ini ternyata tak berjalan mulus. Rahmat remaja mengaku pernah bercita-cita menjadi seorang dokter.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALIJA
Rahmat Hasibuan, Hakim PN Siantar, 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Rahmat Hasibuan terpaksa mengubur mimpinya dalam-dalam untuk menjadi seorang dokter.

Niatnya menjadi pelayan kesehatan untuk sesama diubah Sang Khalik menjadi seorang pengadil. Namanya kini menjadi salah satu hakim di Pengadilan Negeri Pematangsiantar.

Figur Rahmat Hasibuan begitu dikenal di kalangan wartawan dan pencari informasi tentang sidang.

Kecakapan Pria kelahiran Padangsidimpuan, 9 September 1981 membuatnya didapuk menjabat humas di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, selain tugas pokoknya sebagai hakim

Baca juga: OMSET Pedagang di Plaza Medan Fair Terjun Bebas Imbas PPKM, Turun hingga 50 Persen

Cerita lama di balik pria murah senyum ini ternyata tak berjalan mulus.

Rahmat remaja mengaku pernah bercita-cita menjadi seorang dokter.

"Saya dikirim dari sekolah saya di MAN untuk mengikuti program beasiswa ke universitas negeri melalui jalur undangan (berdasarkan nilai raport/PMDK). Waktu itu memilih kedokteran, tapi tidak diterima," kenang Rahmat.

Padahal kata Rahmat, saat itu dirinya sangat optimis diterima, karena nilai raport yang diperoleh sedari kelas I sampai kelas III SLTA tergolong cukup untuk diajukan sebagai peraih beasiswa. Apa daya, ia pun mau tak mau menerima hasil kegagalannya.

Baca juga: Vaksinasi Massal Covid-19 di Stadion Teladan, Para Atlet Antusias Ikut, Bobby Nasution Bilang Ini

Rahmat kembali mengikuti lagi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) kembali tahun 2000. Ia masih berharap besar dengan impiannya menjadi seorang dokter.

"Pada tahun 2000 pilih Fakultas Kedokteran lagi, akan tetapi gagal lagi. Kemudian saya mengikuti ujian di Universitas Swasta Fakultas Kedokteran juga, tapi gagal juga, sampai akhirnya saya setahun tidak kuliah alias menganggur," kata Rahmat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved