Breaking News:

HKBP Serius Melayani Orang Dengan HIV-AIDS, Luncurkan Buku Kisah Perjuangan 25 ODHA

HKBP menyatakan kepeduliannya terhadap Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) dengan menerbitkan buku Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) Bukan Akhir Segalanya. 

Penulis: Kristen edi sidauruk | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Peluncuran buku Orang Dengan HIV-AIDS Bukan Akhir yang diterbitkan oleh HKBP, Jumat (9/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menyatakan kepeduliannya terhadap Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) dengan menerbitkan buku Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) Bukan Akhir Segalanya. 

Pada peluncuran buku yang digelar secara virtual, Jumat (10/7/2021), Ephorus HKBP Pendeta Robinson Butarbutar mengatakan bahwa buku ini adalah bukti dari keseriusan HKBP melayani ODHA. 

"Buku ini adalah bukti keseriusan HKBP melayani Orang dengan HIV-AIDS dan buku ini akan didistribusikan ke semua distrik HKBP," ujar Ephorus, Jumat (9/7/2021). 

Buku ini berisi 25 kisah perjuangan Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yang didampingi oleh HKBP AIDS Ministry. 

"Buku ini diterbitkan dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat secara umum, mengenai HIV-AIDS, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai HIV-AIDS dan tidak menjadi pelaku stigma," jelasnya. 

Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pendeta Debora Purada Sinaga, pada penyampaian kotbahnya mengajak setiap orang untuk menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV-AIDS. 

"Karena kita dan ODHIV (Orang dengan HIV) adalah sesama, mereka dengan kita adalah satu anggota di dalam tubuh Kristus, jika mereka sakit, kita juga akan merasakan sakit, jika mereka dihina dan dikucilkan kita juga menderita, sebab mereka adalah hati kita, jantung kita," ucap Debora dalam kotbahnya. 

Penulisan buku ini didampingi oleh HKBP AIDS Ministry dan diterbitkan oleh penerbit INSISTPress. K

Selain itu, juga ditampilkan video testimoni penulis dan pembaca. Kegiatan dilanjutkan dengan sharing bersama ODHIV yang kisahnya dimuat dalam buku tersebut. 

Selanjutnya ketiga penulis, Erikson Napitupulu, Rumiris Tambunan, dan Sitto Sihite menceritakan kisahnya yang dituangkan dalam buku tersebut berjuang melawan penyakit dan stigma negatif masyarakat terhadap derita yang meraka alami. (cr6/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved