Breaking News:

Lapas Klas IIA Siantar Ramai-ramai Bebaskan Napi

Lapas Klas IIA Siantar melepaskan puluhan napi pada bulan Juli kali ini

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Lapas Klas IIA Pematangsiantar membebaskan sebanyak 23 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program asimilasi Covid-19, Jumat (9/7/2021).(HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN-Pihak Lapas Klas IIA Siantar ramai-ramai bebaskan napi.

Ada 23 napi yang dilepas pihak Lapas Klas IIA Siantar.

Menurut Kasie Binadik Lapas Klas IIA Siantar Auliya Zulfahmi, program pembebasan napi ini bagian dari asimilasi dan integrasi peraturan Menteri Hukum dan HAM tahun 2021.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Pembunuhan Anak hingga Pemerkosaan Seorang Ibu, Pelaku Ikut Mendapatkan Asimilasi

"Sebelumnya, asimilasi Covid-19 yang sempat dikabarkan hanya berlaku sampai bulan Juni 2021 ternyata dilanjutkan, namun dengan peraturan dan ketentuan yang baru," kata Auliya, Sabtu (10/7/2021).

Dia mengatakan, para napi itu dibebaskan pada Jumat (9/7/2021) kemarin.  

Sebagai persyaratan, kriteria ke-23 warga binaan yang berhak memeroleh asimilasi, yaitu sudah menjalani setengah masa pidana dan 2/3 hukuman sampai tanggal 31 Desember.

Baca juga: BNN Siantar Tembak Napi Bebas Asimilasi, Beberapa Ons Sabu Diduga Berhasil Diedarkan

Kemudian bukan residivis (sudah pernah melakukan tindak pidana sebelumnya).

Lalu, bukan napi dalam perkara narkotika yang divonis lima tahun ke atas.

Selanjutnya, napi yang bebas itu tidak tersangkut tindak pidana terorisme.

Bukan napi kasus korupsi, dan bukan napi yang melanggar tindak pidana perlindungan anak (asusila).

Baca juga: Napi Asimilasi Kembali Berulah, Polisi Tembak Kedua Kaki Pelaku Curanmor

"Ini merupakan gelombang atau tahap pertama dalam pengeluaran warga binaan kita sesuai Permenkumham No 24 Tahun 2021 ini,"

"Untuk selanjutnya pengeluaran untuk gelombang berikutnya akan kita laksanakan dalam waktu dekat," katanya. 

Auliya Zulfahmi mengatakan, Lapas Klas IIA Siantar akan  berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dan yang terpenting dalam kegiatan ini adalah seluruh pengusulan asimilasi maupun integrasi ini tidak dipungut biaya apapun alias gratis (0 rupiah).(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved