Breaking News:

PPKM Darurat di Medan

Medan Segera Terapkan PPKM Darurat, PHRI Sumut Prediksi Bakal Ada Pengurangan Pegawai 

Denny mengakui belum mengetahui terkait teknis pelaksanaannya untuk hotel dan restoran.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
KETUA Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny S Wardhana. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kota Medan akan segera menerapkan PPKM darurat yang direncanakan pada Senin (12/7/2021) mendatang.

Sebelumnya, Pemerintah juga sudah menerapkan PPKM Mikro dengan membatasi jam operasional restoran baik di dalam mal maupun di luar mal.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny Wardhana mengungkapkan bahwa penerapan PPKM Mikro cukup berdampak dengan pengurangan pendapatan restoran terlebih yang berada di dalam mal.

"Pasti pengaruh karena selama ini bukanya juga jam 10.00 atau jam 11.00. Terus sebelumnya juga belum normal untuk makan di restoran dibandingkan sebelum pandemi. Sekarang ini ditambah lagi ppkm dengan pembatasan, otomatis akan jauh berkurang," ungkap Denny, Sabtu (10/7/2021).

Terkait dengan PPKM darurat pekan depan di kota Medan, Denny mengakui belum mengetahui terkait teknis pelaksanaannya untuk hotel dan restoran.

"Saya belum tahu teknis PPKM darurat apakah sama seperti di Jakarta atau berbeda, kita belum dapat SE Walikota. Walau berat ya tetap harus kita jalani," kata Denny.

Denny memprediksi jika nantinya PPKM darurat dilakukan sama seperti di Jakarta untuk bisnis restoran ataupun hotel, berpotensi akan ada pengurangan pegawai.

"Jika sama diberlakukan pasti akan berat dan kemungkinan pasti akan ada pengurangan pegawai, kesitu larinya. Bisa jadi juga tutup karena tidak kuat untuk menahan biaya operasionalnya. Mungkin saja kejadian akan berlangsung seperti balik ke awal pandemi 2020 lalu," tuturnya.

Dikatakan Denny, jikapun nanti PPKM Darurat dilaksanakan, ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap pelaku usaha berupa stimulus.

"Masukkan ya dengan diberlakukannya PPKM Darurat ini, stimulus seperti apa yang dapat diberikan oleh pemerinta untuk ke pelaku usaha. Apalagi dengan kondisi sekarang sulit, jika akhirnya harus dilaksanakan, kan kasihan semua juga butuh makan. 

Belum lagi operasional kalau untuk hotel dan restoran. Kalau di Mall kan tetap harus bayar sewa restorannya, juga hotel kan listrik gak mungkin mati. Kita bukan berarti tidak setuju dengan pemerintah namun kita mohon diperhatikan," pungkasnya. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved