Breaking News:

Jembatan Patah Belum Diperbaiki Walau Sudah Ditinjau Wakil Bupati Sergai

Yang ngasih kayu nutup lobang jembatan itu orang desa. Supaya jangan membahayakan yang lewat.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
PENGENDARA motor melintas di jembatan patah dan berlubang di Dusun I, Desa Lubuk Dendang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, Minggu (11/7/2021). Kondisi jembatan yang rusak membahayakan nyawa manusia.(TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR) 

TRIBUN-MEDAN.com, SEIRAMPAH - Warga Desa Lubuk Dendang Kecamatan Perbaungan mendesak Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) memperbaiki jembatan patah di wilayah mereka tepatnya di Dusun I dekat kantor Kepala Desa. Saat ini kondisinya sangat tidak layak untuk dilalui kendaraan khususnya mobil dan juga truk. Selain sudah patah, jembatan tersebut juga sudah berlobang.

"Sudah setengah tahun jembatan ini patah. Ya, karena banyak yang melintas dan muatannya berat-berat makanya patah. Jembatan ini pun sudah puluhan tahun juga usianya," ujar Warsih, warga setempat, Minggu (11/7/2021).

Warsih dan warga lainnya menyebut jalan dusun I ini merupakan jalan inti desa mereka. Selain menghubungkan ke Suka Beras dan Pematang Tatal, juga menghubungkan ke Desa Pematang Kasih wilayah Kecamatan Pantai Cermin. Agar jangan sampai ada korban yang jatuh di jembatan, mereka berharap ada tindaklanjut dari Pemkab.

"Yang ngasih kayu nutup lobang jembatan itu orang desa. Supaya jangan membahayakan yang lewat makanya dibuat seperti itu. Kalau kendaraan yang berat sudah nggak bisa lewat lagi dari sini, harus musing," kata warga lainnya, Eko.

Dari cerita warga, jembatan di Dusun I ini sudah pernah ditinjau oleh Wakil Bupati, Adlin Tambunan. Namun demikian sampai saat ini belum ada tanda-tanda kapan akan dilakukan perbaikan. Karena di desa ini banyak lahan persawahan dan saat ini sedang dalam musim panen padi, jembatan ini pun kini tidak bisa lagi dipergunakan untuk truk pengangkut padi. Ada sekitar 10 km jauhnya apabila truk ingin berputar menghindari jembatan patah.

Kepala Desa Lubuk Dendang, Sahrul Nasution menjelaskan jembatan di dekat kantornya itu patah karena saat itu debit air sungai juga tinggi akibat curah hujan. Karena bagian bawahnya belum memakai besi konstruksi bawahnya, lalu jadi bolong. Karena jarak kantornya dengan jembatan hanya berkisar 50 an meter ia pun berinisiatif untuk menutup jembatan yang berlubang dengan kayu mahoni.

Baca juga: Dinas PUPR Sergai Janji Perbaiki Jembatan Patah yang Pernah Ditinjau Wakil Bupati

"Kalau bolongnya baru sekitar sebulan setengah itu tapi kalau patahnya sudah mau setengah tahun juga. Karena dia nggak ada tulang besi hanya pakai kayu zaman Belanda. Sudah lebih dari 30 tahunan juga jembatannya. Karena air sungai besar dan kena sorong dari atas, penyangga yang di bawahnya turun sebelah dan patah tengah," ucap Sahrul.

Diakuinya, Wakil Bupati juga sudah turun meninjau langsung jembatan. Saat itu Dinas PUPR pun menginformasikan kepadanya kalau kemungkinan di bulan September mendatang baru bisa diperbaiki jembatan tersebut. "Harapan kita cepat dibantu, ampun kali sekarang karena sedang musim panen (harus muter truk pengangkut padi). Jembatan ini termasuk jalan inti desa ini. Kalau yang naik mobil ada saja yang melintas memang (nekat) tapi kalau yang bawa padi nggak bisa lah lewat lagi harus muter," katanya. 

Sudah Diprogramkan

KEPALA Dinas PUPR Sergai, Johan Sinaga membenarkan kalau jembatan rusak yang ada di Desa Lubuk Dendang sudah mereka tinjau bersama dengan Wakil Bupati Adlin Tambunan. Dari peninjauan bulan Mei itu diputuskan layak untuk dilakukan perbaikan. Karena selain patah, juga berlobang pada bagian tengahnya.

"Sudah kita programkan itu cuma nantilah di PAPBD (perubahan). Bulan 10 tahun inilah. Kalau di APBD belum ada kita anggarkan soalnya," ucap Johan Sinaga, Minggu (11/7/2021).

Dikatakannya, sebenarnya ada niat dari Pemkab untuk memperbaiki jembatan pada tahun mendatang dan dianggarkan di APBD. Konsepnya jembatan dikembangkan atau dilebarkan sesuai bidang jalan desa. Karena Kades setempat tidak sabar. makanya direncanakan pembangunannya di programkan di P.APBD.

" Kalau di P (Perubahan.APBD 2021) ya nanti PL (penunjukan langsung) karena di bawah 200 juta. Itu sudah pasti tahan (jembatannya). Maksud kita itu kemarin kita kembangkan dan besarkan. Kalau biayanya 500 juta nanti bisa kita tenderkan di bulan dua tahun mendatang dan tiga bulan kemudian bisa selesai. Tapi karena Kades bilang pada saat itu mau cepat ya sudah di P (Perubahan) saja kita alokasikan,” kata Johan.(dra/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved