Breaking News:

Kecewa Pengerjaan Tanggul tak Dilanjutkan, Warga Kampung Nelayan Indah Gotong Royong Timbun Tanggul

Pengerjaan tanggul yang dijanjikan tak selesai. Belum selesai alat sudah ditarik.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
PULUHAN warga Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan bergotong royong membangun tanggul penangkal banjir rob pada Minggu (11/7/2021). Gotong royong ini dilakukan warga karena kecewa pengerjaan tanggul tak kunjung dilanjutkan oleh Pemerintah Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan warga Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan bergotong royong membangun tanggul penangkal banjir rob pada Minggu (11/7). Gotong royong ini dilakukan warga karena kecewa pengerjaan tanggul tak kunjung dilanjutkan oleh Pemerintah Kota Medan.

"Pembangunan tanggul secara gotong royong ini karena kekecewaan kami. Pengerjaan tanggul yang dijanjikan tak selesai. Belum selesai alat sudah ditarik," ujar warga setempat, Khaidir kepada Tribun Medan, Minggu (11/7/2021).

Khaidir mengatakan sudah hampir satu minggu pengerjaan tanggul tak kunjung dilanjutkan. Sementara berdasarkan prediksi beberapa hari ke depan air pasang akan naik.

"Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Nelayan Indah ini peduli dengan lingkungan. Karena kami juga sudah puluhan tahun merasakan banjir rob di sini. Berbagai cara sudah dilakukan," katanya.

Khaidir mengatakan, ada puluhan warga dari beberapa blok di Kelurahan Nelayan Indah yang ikut bergotong royong. Mereka menimbun tanah lumpur manual dengan tangan. "Meskipun tidak maksimal setidaknya kami sudah berusaha. Ini rencananya akan kami lanjutkan besok bagi yang punya waktu luang," tuturnya.

Baca juga: Warga Kampung Nelayan Indah Resah, Pembangunan Tanggul Penangkal Rob Berhenti di Tengah Jalan

Khaidir mengatakan permintaan mereka masih sama yakni meminta Pemko Medan menyelesaikan target pembangunan tanggul banjir rob yang sudah dijanjikan.

"Kami tidak terima jika pengerjaan ini dilakukan setengah-setengah, karena Kampung Nelayan Indah inikan masuk Kota Medan. Artinya masih tanggung jawab Pemko Medan. Bagaimana tanggung jawabnya," tuturnya.

Lewati Lima Blok

KHAIDIR mengatakan, pengerjaan tanggul sepanjang 700 meter ini melewati lima blok di Kampung Nelayan Indah. Namun, pengerjaan tinggi tanggul masih belum maksimal untuk mencegah banjir rob.

"Jadi itu targetnya sekitar 700 meter, memang sudah selesai itu 700 meter. Ada bekas kerjaan dia. Tapi tingginya enggak maksimal. Ada sebagian yang sesuai dengan keinginan, ada yang enggak sesuai dengan keinginan. Karena dia anjlok lagi, turun lagi karena tambahnya lumpur itu," tuturnya.

Pengerjaan tanggul tersebut, kata Khaidir berhenti sekitar hari Rabu (7/7) malam lalu.

"Berhentinya Hari Rabu malam, kenapa ditariknya malam kami enggak tahu. Apakah memang supaya tidak tahu masyarakat atau gimana kami juga tidak tahu," katanya.

"Katanya sih alatnya mau balik lagi. Cuma kalau ditarik dan pekerjaan belum selesai ya kita enggak terima lah. Tapi kalau ditarik pekerjaan selesai ya enggak ada masalah," tambahnya.

Adapun lima blok yang berhadapan langsung dengan tanggul di Kampung Nelayan yakni blok CC, DD, EE, FF, dan GG. "Kita ada lima blok. Blok CC itu lumayan, ada sekitar tiga meter yang belum maksimal. Yang parah itu blok EE sama blok GG, parah sampai sekitar 6 atau 7 meter. Emang itu dikerjakan tidak bisa spontan dia perlahan-lahan. Jadi belum selesai lagi, sudah ditarik itu beko," ungkapnya.(cr14/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved