Breaking News:

Pedagang Sapi Menjerit Lantaran Terdampak Aturan PPKM

Aturan PPKM yang dibuat pemerintah daerah sangat berdampak pada berbagai sektor, khususnya pada penjualan sapi kurban

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Suparno alias Husein, peternak sekaligus penjual sapi kurban yang bertempat tinggal di Medan-Lubukpakam, Gang Wakaf, Dusun II, Desa Dagang Kelambir, Tanjungmorawa, Deliserdang, Senin (12/7/2021). Sejak aturan PPKM berlaku, omzetnya turun drastis.(TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID) 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG-Suparno alias Husein tampak lesu.

Jelang Idul Adha 1442 Hijriah, ternak sapi yang dijualnya menurun drastis.

Sampai saat ini, sapi yang baru terjual cuma empat ekor.

Itupun, katanya, dengan harga yang relatif standar.

"Tahun ini jauh lebih menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ada sekitar 60 persen penurunannya," kata warga Gang Wakaf, Dusun II, Desa Dagang Kelambir, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang ini, Senin (12/7/2021).

Baca juga: Bobby Nasution Larang Warga Salat di Masjid saat Idul Adha dan Antre Ambil Daging Kurban

Husein mengatakan, penurunan penjualan sapi kurban tak terlepas dari kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang disampaikan pemerintah daerah.

Katanya, sejak adanya PPKM, pembeli yang biasa datang dari luar kota pun harus mikir-mikir.

Para pembeli takut kena razia di jalan dan disuruh putar balik.

Terlebih, kata Husein, saat ini Kota Medan tengah memberlakukan PPKM Darurat.

Dimana, kata dia, selama ini pembeli sapi kurbannya kebanyakan merupakan warga Kota Medan.

Baca juga: Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah, Serta Amalan yang Dianjurkan Sebelum Idul Adha

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved