Breaking News:

TRIBUNWIKI

SOSOK Selamat Juangga, Atlet Sepeda Sumut, Dari Hobi Menjadi Profesi

Ajakan itulah yang membuatnya termotivasi dan terus meraih prestasi di cabor sepeda, hingga hobinya itu bertransformasi menjadi profesi.

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Ayu Prasandi
HO
Angga (kiri) saat mengikuti even tour de Banyuwangi Ijen, tahun 2018. Pada kesempatan itu, ia berhasil meraih juara 1. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Atlet yang satu ini tidak perlu lagi diragukan prestasinya. Selamat Juangga merupakan atlet kebanggaan Sumatera Utara pada cabang olahraga (cabor) sepeda untuk nomor individual road race (irr).

Pria yang lahir pada 11 Februari 1992, di Desa Sei Rotan, Kabupaten Deliserdang ini, mengenal cabor sepeda sejak tahun 2006. Saat itu ia masih duduk di bangku SMP.

"Saat itu usia saya masih 15 tahun dan saya memang hobi sepedaan. Awal nya saya dan teman-teman diajak sama senior yang kebetulan rumahnya dekat dengan saya. Kebetulan dia juga atlet nasional. Dia yang ngajak," ujarnya saat dihubungi Tribun Medan, Senin (12/7/2021).

Ajakan itulah yang membuatnya termotivasi dan terus meraih prestasi di cabor sepeda, hingga hobinya itu bertransformasi menjadi profesi.

Kepada Tribun Medan, pria yang karib disapa Angga ini bercerita mengenai pengalamannya pertama bertanding. Saat itu ia mewakili Kota Medan pada ajang Kejurda Sumut yang dilaksanakan di Siantar tahun 2007 lalu.

Pada kompetisi itu, ia meraih peringkat ke-38 dari 40 peserta. Akunya, hal itu yang terus membuat dia termotivasi untuk memperbaiki prestasinya.

Baca juga: SOSOK Syamsul Arifin, Bupati Langkat ke 18, Tercatat sebagai Tokoh Terkenal

"Tapi kalau pertandingan yang paling berkesan itu, saat kompetisi Tour de Singkarak, tahun 2017," katanya.

Dikisahkannya, ketika lomba baru berjalan 10 Km, ia mengalami kecelakaan karena bersenggolan dengan pebalap sepeda dari negara Jerman. Akibat kejadian itu, hampir seluruh badannya mengalami luka.

Meski mengalami kecelakaan, ia dan tim tetap meraih gelar juara pada even bergengsi itu. Akunya, raihan itu karena akumulasi poin yang didapatnya.

"Padahal saingan kami itu tim langganan juara, dari Iran, Pisgaman dan Sapura Malaysia," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved