Breaking News:

Sidang Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, Jaksa Sebut Soal Suap Rp 1,695 Miliar untuk Penyidik KPK

Jaksa KPK membacakan surat dakwaan terdakwa M Syahrial di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (12/7/2021).

Editor: Liston Damanik
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Terdakwa Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M. Syahrial (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai mengikuti sidang pembacaan dakwaan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Medan secara virtual dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (12/7/2021). JPU KPK mendakwa M. Syahrial menyuap penyidik KPK Stepanus Robinson Pattuju Rp1,695 miliar untuk membantu mengurus perkara korupsi jual beli jabatan yang diduga melibatkan Syahrial agar kasusnya tidak naik ke penyidikan. 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Nama Wakil Ketua DPR Muhammad Azis Syamsuddin turut disebut dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial.

Azis disebut inisiator perkenalan Syahrial dengan Stepanus Robin Pattuju yang pernah menjadi penyidik di KPK.

Demikian terungkap saat jaksa KPK membacakan surat dakwaan terdakwa M Syahrial di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (12/7/2021).

Syahrial didakwa menyuap Robin senilai Rp1.695.000.000. Uang itu sebagai pemulus agar kasus penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK tidak naik ke tahap penyidikan.

Perkenalan Syahrial dan Robin terjadi sekitar bulan Oktober Tahun 2020.

Syahrial selaku Wali Kota Tanjungbalai yang juga merupakan kader Partai Golkar saat itu berkunjung ke rumah dinas Wakil Ketua DPR Muhammad Azis Syamsudin di Jalan Denpasar Raya, Kuningan Jakarta Selatan.

Kemudian, Azis meminta Robin menemuinya dan memperkenalkan ke Syahrial.

"Setelah terdakwa setuju, kemudian Muhammad Azis Syamsudin meminta Stefanus Robinson Pattuju yang merupakan seorang penyidik KPK menemuinya dan selanjutnya memperkenalkan Stefanus Robinson Pattuju kepada terdakwa (M Syahrial)," ucap jaksa KPK Budi Sarumpaet saat membacakan surat dakwaan.

Dalam perkenalan itu, sambung jaksa, Robin, menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang penyidik dari KPK dengan menunjukkan tanda pengenal KPK miliknya kepada Syahrial.

Pada pertemuan itu, kata jaksa, Syahrial menyampaikan kepada Robin akan mengikuti pilkada tahun 2021. Namun ia terganggu dengan adanya informasi laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai pekerjaan di Tanjungbalai dan informasi perkara jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang sedang ditangani oleh KPK.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved