Breaking News:

Dua Kali Erupsi, Sinabung Hembuskan Abu Vulkanik Selama Setengah Jam

Aktivitas Sinabung saat ini terpantau cukup tinggi, ditandai terjadi dengan dua kali erupsi.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
GUNUNG Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, kembali mengalami erupsi pada Selasa (13/7/2021). Untuk hari ini, Sinabung sudah mengalami dua kali erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 300 hingga 500 meter dari puncak gunung. (TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL) 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Gunung Sinabung kembali mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan. Pada hari Selasa (13/7/2021) gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini mengalami dua kali erupsi.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung Deri Al Hidayat, mengungkapkan hari ini Sinabung pertama kali mengalami erupsi sekira pukul 09.25 WIB. Kemudian, diikuti dengan erupsi kedua yang terjadi sekira pukul 09.34 WIB.

"Aktivitas Sinabung saat ini terpantau cukup tinggi, ditandai terjadi dengan dua kali erupsi," ujar Deri, saat ditemui di pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Selasa (13/7/2021).

Deri menjelaskan, pada dua kali erupsi ini pihaknya memantau ketinggian kolom abu mencapai 300 hingga 500 meter dari puncak gunung. Dirinya mengatakan, kolom abu berwarna kelabu pekat ini terlihat condong mengarah ke arah timur dan tenggara.

"Untuk arah asap terpantau ke arah timur dan tenggara," ucapnya.

Baca juga: GUNUNG SINABUNG Hari Ini Dua Kali Erupsi dengan Durasi Setengah Jam

Amatan Tribun Medan, pada erupsi kali ini terlihat abu yang menyelimuti puncak gunung terjadi cukup lama. Saat ditanya perihal ini, Deri membenarkan jika durasi dari dua kali erupsi ini tercatat cukup lama. Bahkan, dirinya menjelaskan jika durasi diperkirakan mencapai kurang lebih setengah jam. "Ya cukup lama juga durasinya, hampir setengah jam," katanya.

Deri menjelaskan, hal ini diperkirakan karena Sinabung yang sudah cukup lama tidak erupsi maka pada erupsi kali ini membawa materi yang cukup banyak.

"Jadi mungkin ada akumulasi energi, sehingga durasinya cukup lama," ungkapnya.

Deri menambahkan, passca erupsi ini, Sinabung masih didominasi dengan adanya aktivitas hembusan, hingga kegempaan low frekuensi dan hybrid. Seperti diketahui, hingga saat ini status Gunung Sinabung masih berada di level tiga atau siaga. Untuk itu, diminta kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, dan diimbau tidak memasuki zona merah yang telah ditentukan. (cr4/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved