Breaking News:

Modus Bermain Tiktok, Puluhan Ibu-ibu Pekan Sialang Buah Ditipu

elakangan ini diketahui, Andi bertempat tinggal di Km 13, Kota Binjai, Sumatera Utara, dan membuka usaha kounter handphone.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
PULUHAN warga korban penipuan datangi Polres Sergai membuat laporan terhadap Andi Syahputra, Selasa (13/7/2021). Abdi Syahputra menggunakan data para korban untuk meminjam uang secara online.(TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID) 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Puluhan warga Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Telukmengkudu, Serdang Bedagai (Sergai) mendatangi Polres Serdang Bedagai, Selasa (13/7/2021). Kedatangan warga karena merasa diduga ditipu oleh seorang pria, Andi Syahputra (31)  warga Desa Pekan Sialang Buah, dengan modus bermain aplikasi Tiktok.

Belakangan ini diketahui, Andi bertempat tinggal di Km 13, Kota Binjai, Sumatera Utara, dan membuka usaha kounter handphone.

"Kami disuruh bawa handphone masing-masing dan KTP. Modusnya dia (Andi) suruh kami main Tiktok. Habis itu kami di kasih 50 ribu. Tapi setelah itu, handphone kami diambilnya, disuruh kami berfoto sambil memegang KTP," ucap Erika Supiani, seorang warga Desa Sialang Buah, Selasa (13/7/2021).

Sambung Erika, setelah 30 hari dan setelah menerima uang Rp 50 ribu dari Andi, masuklah SMS ke handphone miliknya.

"Ada masuk tagihan dari Kredivo Bukalapak, sebesar Rp 515.000 melalui SMS. Selama empat hari nggak bayar, bertambah menjadi Rp 566.000. Kami pun terkejut," ujar Erika.

Baca juga: Modal Rp 50 Ribu Ajak Main TikTok, Pemuda Ini Tipu Warga Satu Kampung

Karena merasa resah, puluhan mamak-mamak ini datang ke Polres Serdang Bedagai (Sergai) untuk membuat pengaduan.  "Tapi sebelum kami kemari, kami sudah ke kantor desa juga. Jumpa sama Babinsa bagaimana selusinya, setelah itulah kami baru kesini," ujar Erika.

Sementara itu, akibat kejadian ini, sebanyak 46 orang yang menjadi korban, yang di mana semuanya merupakan warga Desa Pekan Sialang Buah.

"Semua masuk pemberitahuan SMS di handphone kami, untuk membayar uang tagihan. Beragamlah jumlahnya. Setelah dia menikah si Andi ini pindah ke Kota Binjai. Kemarin dia datang, disitulah dia nipu kami. Sekarang setelah kami semua resah dia nggak mau datang. Kita bujuk baik-baik tetap dia nggak mau datang.  Dia menjawab "oke kak aku datang, tapi setelah debtcolector datang menagih sama kakak, baru aku bertanggung jawab" itu kata si Andi," ujar Erika.

Informasi yang dihimpun Tribun Medan, Andi dan korban-korban yang ditipu ini, masih ada hubungan saudara. Bahkan mertuanya sendirinya juga menjadi korban. Para korban ini tak menyangka bakalan akan terjadi kejadian seperti ini. Karena para korban mengenal terduga pelaku.

"Harapan kami, supaya data kami di Kredivo Bukalapak tidak terkena kredit macet, dan dibersihkanlah.  Mana tahu suatu saat nama kami di blacklist, mau pinjam apapun kami nggak bisa," ucap Erika. "Setelah ke SPKT, kami diarahkan untuk membuat surat pemalsuan data dan surat kuasa dari para korban, dan katanya si pelaku akan dikenakan kasus UU ITE," tutupnya. (cr23/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved