Breaking News:

Pedagang Pasar Pekan Lelo Melawan dan Usir Petugas yang Sampaikan Imbauan

Pedagang pasar Pekan Lelo melakukan perlawanan terkait kedatangan petugas gabungan yang ingin melakukan penertiban

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Kholik pedagang pecah belah di Pekan Lelo di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai, saat ditemui di Kantor DPRD Serdang Bedagai, Selasa (13/7/2021).(TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI-Ratusan pedagang pasar Pekan Lelo di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) mengusir petugas gabungan yang ingin menyampaikan sosialisasi.

Pedagang tidak terima jika petugas gabungan itu ingin menertibkan mereka.

Menurut pedagang, lahan yang mereka tempati bukan punya pemerintah, tapi milik perorangan.

Pada kesempatan itu, sempat hadir Kepala Dinas (Kadis) Perindag Sergai, H Karno, dan Camat Sei Rampah Nasaruddin Nasution.

Baca juga: Tak Pakai Masker, Pedagang Roti Keliling Ini Kena Hukum Push Up di Hari Pertama PPKM Darurat

"Kami jualan tiap hari Minggu saja, dari jam 10.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sebelumnya mereka sudah datang pada Minggu kemarin. Mereka datang nyuruh kami pindah," kata Kholik, pedagang pecah belah di Pekan Lelo, Selasa (13/7/2021).

Kholik mengatakan, sebelumnya mereka sudah mendapat surat pemberitahuan, dan sudah melakukan rapat dengan pemerintah setempat. 

"Kemarin rapatnya di kantor camat. Jadi saat itu kata jubir, nanti kita bicarakan, ini kan masih dalam masa Covid-19, nanti setelah wabah corona ini selesai baru dibicarakan lagi," ujar Kholik.

Dia mengatakan, mereka rencananya akan dipindahkan ke Pasar Rakyat Sei Rampah.

Baca juga: Pedagang Sapi Menjerit Lantaran Terdampak Aturan PPKM

"Pedagang enggak mau pindah, yang jelas pertimbangannya omzet pedagang pasti hancur. Ini yang belanja di Pekan Lelo rata-rata orang dalam," ujar Kholik.

Untuk memindahkan pedagang, pemerintah daerah kabarnya berusaha membujuk pemilik tanah yang disewa oleh pedagang.

Pemilik tanah itu adalah Tengku Ahmad. 

"Entah bagaimana cara orang camat membujuknya, kami enggak tahu. Tapi pedagang enggak mau dipindahkan. Pemilik tanah di situ ada tiga orang," katanya.(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved