Breaking News:

Permintaan Hewan Kurban Anjlok, Harga Sama dengan Tahun Lalu

Solahuddin Lubis, karyawan usaha Berkah, mengatakan, sampai saat ini masih sekitar 20 ekor hewan yang terjual.

Penulis: Yufis Nianis Nduru | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Peternak memberi pakan sapi yang dijual untuk hewan kurban di peternakan di Jalan Avros, Medan, Selasa (13/7/2021). Penjualan Sapi untuk kebutuhan kurban mengalami penurunan hingga 20 persen dibanding tahun lalu, dijual mulai Rp11 juta hingga 35 juta per ekor sesuai ukuran. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjelang Idul Adha, permintaan hewan kurban di Kota Medan menurun drastis. Seperti yang dialami usaha hewan kurban Berkah yang menjual sapi di Jalan Avros, Kampung Baru, Medan.

Solahuddin Lubis, karyawan usaha Berkah, mengatakan, sampai saat ini masih sekitar 20 ekor hewan yang terjual.

"Kurang lebih masih sekitar 20 ekor yang terjual, ini sangat turun. Berbeda dengan tahun lalu yang biasanya sudah laku sekitar 60 ekor," kata Solahuddin, Selasa (13/7).  Pihaknya tahun ini hanya menyediakan stok sekitar 70 ekor sapi.

"Persediaan hewan kita hanya sekitar 70-an ekor bahkan ini merupakan persediaan hewan tahun lalu yang terus kita rawat dan melihat keadaan ini kita tidak ada menambahkan stok," ujar Solahuddin.

Ia mengatakan untuk harga hewan kurban tidak mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk hewan dengan berat 50 kilogram dibanderol Rp 11 juta, bobot 60 kilogram berkisar Rp 13 juta, bobot 200 kilogram berkisar Rp 35 juta.

Baca juga: Berita Foto: Penjualan Hewan Kurban di Medan Menurun 20 Persen Dibandingkan Tahun Lalu

Dengan patokan harga ini, Solahuddin mengatakan, harga masih dapat dinegoisasikan.

"Hewan kurban yang laku tahun ini rata-rata bobot 60-65 kilogram dibanderol dengan harga Rp 13 jutaan," tambahnya.

Selanjutnya, ia mengatakan, belakangan ini beberapa pengunjung yang datang mencari hewan kurban berupa kambing, padahal tahun lalu saat disediakan kambing, namun peminatnya tidak ada.

Solahuddin menyebutkan syarat hewan kurban yakni harus jantan, tidak boleh cacat, dan sehat.

Sementara Suparno,  seorang peternak Desa Dagang Kelambir, Tanjungmorawa, Deliserdang, menyebutkan makin kian susah menjual sapi-sapinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved