Breaking News:

Bank Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi, Perhumas Gelar Diskusi Virtual

Ditegaskannya agar masyarakat mendukung Pemberlakuan PPKM sehingga program dan pembiayaan untuk penanganan Covid-19 berjalan maksimal.

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/HO
Warga yang hendak mengambil bantuan Permodalan Nasional Madani (PNM)dari Kemenkop dipersilakan mendatangi kantor Bank Negara Indonesia (BNI). Warga penerima bantuan diimbau tetap mengikuti protokol kesehatan di era pandemi Covid-19, dengan menjaga jarak dan tidak berkerumun, sebagaimana terlihat pada gambar. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hubungan Masyarakat (BPC Perhumas) Medan bersama Perhumas Muda Medan menggelar Perhumas Muda Medan Public Relations Talk Series (PMM PRTS) #Seri 5 dengan tema “Peran Perbankan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional di Sumut” melalui aplikasi zoom.

Keynote speaker, Anggota DPR RI Komisi XI, yang juga Ketua Dewan Penasehat BPC Perhumas Medan Gus Irawan Pasaribu, mengungkapkan bahwa dalam penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pemerintah Indonesia telah menganggarkan Rp 697 triliun dan akan bertambah lagi refocusing anggaran Rp 225 triliun sehingga total menjadi Rp 922 triliun.

Ditegaskannya agar masyarakat mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga program dan pembiayaan untuk penanganan Covid-19 dapat berjalan baik serta maksimal.

"Apalagi semua dana itu berasal dari hutang dan saat ini penerimaan negara menurun, sehingga defisit APBN makin melebar. Dalam hal ini peran perbankan juga sangat penting dengan diberinya keleluasaan oleh OJK terhadap perbankan, sehingga penting diketahui penjangkauan tepat sasaran yang sudah dilaksanakan perbankan," tegas Gus Irawan.

Baca juga: Kolaborasi Bank Sumut dan ACT, Hadirkan Program Gerakan Wakaf Sumatera Utara

Dalam zoom PRTalks #Seri5 hadir Wakil Pimpinan Wilayah Bisnis SME dan Konsumer BNI, Renalwin Sitorus, sebagai pemateri mengatakan, terkait pemulihan ekonomi nasional di Sumut, BNI mendapatkan penempatan dana oleh pemerintah sebesar Rp 7,5 trilliun dalam mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah sumut.

“Pada tahun 2020 BNI berhasil merealisasikan dana sebesar Rp 28 triliun dari target BNI hanya sebesar Rp 22,54 triliun artinya BNI berhasil menyalurkan dari dana yang ditempatkan pemerintah hanya Rp 7,5 triliun dan dana yang disalurkan ini tercapai sebesar 127 persen untuk mempercepat menggerakkan usaha yang sedang dilanda Covid-19, " ujarnya.

Ketua Umum HIPMI Kota Medan, H Palacheta Subies Subianto, menegaskan, sebagai pengusaha muda Indonesia pihaknya juga berperan penting dalam pemulihan ekonomi, di mana pada kondisi saat ini kita harus memiliki manajemen keuangan yang baik dan mulai menabung untuk ke depannya.

“Binalah hubungan yang baik kepada bank mana pun, sebab kita akan selalu membutuhkan bank,” pungkasnya.

Pengusaha Muda Milenial Chey Cindi Meliala, juga menegaskan bahwa saat kondisi seperti ini kita harus survive, membaca peluang, membuka terobosan baru, positif mind, dan tetap semangat untuk tetap bertahan pada masa pandemi Covid-19.

Acara turut dihadiri Rektor UMA, Prof Dr Dadan Ramdan. Dalam sambutannya ia mengatakan, kondisi ekonomi saat pandemi ini sangat berbeda dengan sebelum pandemi. Banyak kegiatan atau kebijakan yang di buat pemerintah dalam pemulihan ekonomi.

“Yang jelas kita akan melihat dari para pembicara bagaimana agar daya beli masyarakat itu bisa normal kembali, mungkin dari produk-produk bank BNI dan juga para pengusaha muda agar dapat membuat terobosan/produk baru dan online shop menjadi trend atau alternatif bagi para konsumen untuk membeli tanpa harus keluar rumah, “ terangnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved