Breaking News:

Gubernur Sumut Sebut Tidak Masalah Kasus Covid-19 Melonjak, Kok Bisa?

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan tidak masalah kasus Covid-19 di Sumut meningkat

Penulis: Almazmur Siahaan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALMAZMUR SIAHAAN
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan bahwa tidak masalah angka kasus Covid-19 di Sumut meningkat drastis, Rabu (14/7/2021).(TRIBUN MEDAN/ALMAZMUR SIAHAAN) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan tidak masalah kasus Covid-19 melonjak.

Dia mengatakan, dengan semakin banyaknya orang yang terpapar Covid-19, diharapkan bisa segera ditangani. 

"Bila terjadi bengkak dia, tidak apa-apa bengkak, begitu besar (kasus Covid-19), sehingga kita dengan pasti untuk merawat orang-orang kita ini,"

"Melakukan isolasi, baik isolasi mandiri yang sifatnya ringan atau tak bergejala dan untuk pencegahan yang berat kita lakukan, kita evakuasi di rumah sakit," kata Edy Rahmayadi, saat meninjau vaksinasi anak di SMP Negeri 11 Jalan Budi Kemenangan, Medan Barat, Rabu (14/7/2021). 

Menurut data terakhir, kasus positif Covid-19 menanjak drastis dari hari dan bulan sebelumnya. 

Edy mengatakan, lonjakan itu terjadi memang karena baru saja dilakukan tracing dalam jumlah yang besar di Provinsi Sumut.

"Kemarin saya minta kepada yang melakukan swab, itu sampai 4.600 orang, sehingga bengkak lah yang terpapar,"

"Jadi 1 daerah kecil yang terpapar, belum tentu itu tidak terpapar," 

"Namun demikian, kalau kita lakukan swab secara maksimal, virus seperti ini kita lakukan tracing. Ada 3 T itu, testing, tracing dan treatment,"

"Tracing ini yang kita lakukan, kita jumpai, swab, jumpa swab, jumpa swab. Semua labor kita lakukan," kata mantan Pangkostrad itu.

Ia menambahkan, dengan dilakukannya tracing, maka jumlah temuan kasus otomatis akan meningkat. 

"Begitu swab kita maksimalkan untuk melakukan tracing, itu akan semakin besar. Karena WHO memberikan masukan kepada khususnya Sumatera Utara terhadap 2.500 orang," tambahnya.

Dia mengatakan, vaksinasi yang dilakukan di Sumatra Utara saat ini masih jauh dari target 70 persen.

"Kita baru memvaksin 22 persen, jadi masih 48 persen lagi. Secara bertahap kita akan lakukan itu,"

"Jadi memang penduduk rakyat Sumatera Utara yang 15 juta itu sulit untuk terkejar 70 persen. Inilah yang dikuatkan kita bersama-sama, dan khusus untuk masyarakat Sumatera Utara, jangan menolak, jemput bola untuk melakukan suntik vaksin," jelasnya.(cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved