Breaking News:

Kata Kasat Reskrim Polres Sergai Terkait Puluhan Emak-emak Diperdaya Pemuda Modus Goyang Tiktok

Kasatreskrim Polres Serdang Bedagai angkat bicara terkait puluhan emak-emak yang diperdaya oleh seorang pemuda dengan modus joget Tiktok.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Puluhan emak-emak mendatangi Polres Sergai, Selasa (13/7/2021), untuk membuat laporan dugaan penipuan oleh Andi Syahputra. Kepolisian memastikan akan menindaklanjuti perkara penggunaan data untuk pinjaman online dengan modus joget Tiktok tersebut. (TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID) 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai (Sergai) AKP Deny Indrawan Lubis angkat bicara terkait laporan puluhan emak-emak yang diperdaya oleh seorang pemuda dengan modus joget Tiktok.

"Surat laporan belum sampai ke saya, Jadi belum ada tindak lanjut. Nanti kalau udah disposisi sama kapolres, pasti ditindaklanjuti," ucap Deny, Rabu (14/7/2021).

Para korban merupakan warga Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Telukmengkudu, Sergai. Mereka datang ke Polres Sergai pada Selasa (13/7/2021) kemarin, untuk membuat laporan penipuan.

Informasi yang dihimpun wartawan tribun-medan.com, para korban dikabarkan akan datang kembali ke Polres Sergai untuk melengkapi surat-surat yang disarankan oleh petugas SPKT saat membuat laporan.

Adapun surat yang harus dibuat ialah, surat pemalsuan data dan surat kuasa dari setiap korbannya.

Laporan tersebut terkait dugaan penipuan yang dilakukan seorang pria bernama Andi Syahputra (31) warga yang bertempat di Binjai Kilometer 13.

Baca juga: Modal Rp 50 Ribu Ajak Main TikTok, Pemuda Ini Tipu Warga Satu Kampung

Diberitakan sebelumnya, puluhan kaum hawa mulai emak-emak hingga remaja di Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Telukmengkudu, Sergai, menjadi korban penipuan Andi Syahputra.

Sosok Andi Syahputra sebenarnya berasal dari Desa Pekan Sialang Buah, namun setelah menikah pindah ke Binjai.

Saat pulang kampung, Andi Syahputra mengajak para korban joget Tiktok. Ia pun mengimingi para korban dengan uang sebesar Rp 50 ribu.

Di tengah proses joget Tiktok tersebut, para korban diminta berfoto sambil memegang kartu tanda penduduk (KTP).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved