Breaking News:

Oknum Guru SMA 3 Medan Pungli Orangtua Calon Siswa, Edy Janji Pecat Jika Terbukti

Beredar rekaman dugaan pungli yang dilakukan oknum seorang guru di SMA Negeri 3 Medan kepada salah seorang orangtua calon siswa.

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun Medan/Kartika
SERATUSAN siswa saat mengikuti swab test PCR di Lapangan SMA Negeri 3 Medan, Senin (1/3/2021) pagi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyikapi dengan tegas kasus dugaan pungutan liar (pungli) penerimaan siswa SMA Negeri 3 Medan yang dilakukan seorang oknum guru terhadap seorang orangtua calon siswa.

Edy menyatakan akan memecat oknum tersebut, apabila akhirnya terbukti melakukan tindakan seperti yang dituduhkan. "Pecat," tegas mantan Pangkostrad itu, usai Salat Zuhur, Rabu (14/7/2021).

Edy menilai seharusnya guru sebagai tenaga pendidik mampu memberikan contoh yang baik bagi seluruh siswanya, bukan malah menunjukkan perilaku yang bertentangan dengan hukum. "Pecat, ya pecat. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari," ucapnya.

Sementara itu, oknum guru SMA Negeri 3 Medan, I, yang diduga menjadi pelaku pungli membantah dugaan tuduhan yang disampaikan orangtua calon siswa berinisial CNF yang viral di grup WhatsApp.

Saat Tribun Medan melakukan konfirmasi terkait uang pelicin Rp 10 juta, I mengelak dan menanayakan balik kepada wartawan siapa nama orang tua yang melapor. "Bang, abang tahu rupanya cakap-cakapnya itu apa," ujarnya melalui sambungan telepon dengan nada yang makin meninggi, Rabu (14/7/2021).

Setelah rekaman percakapan diputar dirinya mengelak dengan mengatakan wartawan melakukan fitnah. "Abang fitnah itu. Bukan suara saya itu, nggak tahu saya itu siapa," jelasnya.

Saat dijelaskan kronologi yang beredar di rekaman itu, ia lagi-lagi membantah dan mengatakan tidak ada dan menyampaikan bahwa suara yang beredar di rekaman bukan suaranya. "Gak ada, itu juga bukan suara saya. Saya juga tidak pernah bercakap-cakap tentang hal itu sama ibu itu. Maaf ya bang, salah abang," ujarnya,  

Saat ditanya tentang sanksi jika itu betul suaranya, I mengatakan rekaman yang beredar tidak mengenal suara itu dan mengatakan salah orang. "Ya udah. Rekaman itu tadi, saya pun tidak pernah dengar suara itu, salah orang itu bang," ucapnya.

Ia mengatakan dari hasil rekaman suara yang beredar akan terbukti siapa pelakunya dan jika itu bukan suaranya itu merupakan fitnah. "Nanti kan bisa diperiksa suaranya kalau ternyata itu bukan saya. Ini fitnah,” tegasnya.

Sebelumnya beredar rekaman dugaan pungli yang dilakukan oknum seorang guru di SMA Negeri 3 Medan kepada salah seorang orangtua calon siswa yang berniat memasukkan anaknya di sekolah tersebut melalui jalur zonasi. Dalam rekaman berdurasi 3 menit 18 detik itu, percakapan yang beredar orangtua calon siswa ingin mempertegas biaya yang hendak ia berikan kepada oknum guru di dalam rekaman tersebut, agar anaknya bisa masuk ke SMA Negeri 3 Medan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved