Breaking News:

Pemkab Simalungun tak Punya Uang, Warga Hatonduhan Gotong Royong Perbaiki Jalan

Jajaran Nagori Buntu Turunan bersama warga memperbaiki akses jalan rusak di desa mereka yang cukup parah.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun Medan - Alija Magribi
KEGIATAN gotong royong Marharoan Bolon masyarakat Nagori Buntu Turunan memperbaiki jalan desa mereka, Rabu (14/7/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Masyarakat Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun menggelar Marharoan Bolon atau gotong royong untuk memperbaiki jalan rusak di desa mereka.

Aksi ini dilatari setelah mendapat kabar tidak adanya anggaran Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk perbaikan infrastruktur jalan.

Jajaran Nagori Buntu Turunan bersama warga memperbaiki akses jalan rusak di desa mereka yang cukup parah yang bekerjasama dengan para pengusaha di desa.

"Kegiatan ini kita laksanakan pada saat pemerintah Kabupaten Simalungun mengatakan bahwa anggaran Kabupaten Simalungun tidak ada untuk memperbaiki jalan di Nagori Buntu Turunan," ucap Pangulu Nagori - Roberton Nainggolan, Rabu (14/7/2021).

Kecamatan Hatonduhan sendiri merupakan kawasan terluar dari Kabupaten Simalungun. Letaknya berbatasan langsung dengan Kabupaten Asahan dan merupakan jalur menuju destinasi Danau Toba.

Dari beberapa titik kerusakan jalan yang ada di Nagori Buntu Turunan, masyarakat bersama pemangku kepentingan sementara hanya mampu memperbaiki sepanjang 170 meter. Sisanya bergantung sumbangan yang dikumpulkan di kemudian hari.

"Berdasarkan itulah kita bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha di Nagori Buntu Turunan dan Bosar Nauli. Kalau tidak diperbaiki maka jalan akan sulit kita lalui," katanya.

Sumbangan untuk pelaksanaan program Marharoan Bolon ini menjadi dana kesepakatan untuk pengadaan aspal di desa mereka. "Dana kesepakatan itu untuk mengaspal sendiri jalan ini. Karena sudah lama tidak diperhatikan jakan ini, jalan menuju destinasi Danau Toba," katanya.

Baca juga: Warkop di Jalan Gaperta Ujung Ditutup Paksa, Lurah Tanggapi Soal Kabar Denda Rp 27 Juta

Roberton berharap, setelah perbaikan ini, bantuan Pemerintah Kabupaten Simalungun maupun pemerintah pusat bisa mengalir di desa mereka untuk memulihkan ekonomi masyarakat setempat.

Keterbatasan Anggaran

KONDISI keuangan Pemkab Simalungun sendiri dibenarkan Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga. Pria yang belum genap menjabat selama 100 hari ini mengakui keterbatasan anggaran untuk perbaikan jalan.

Atas dasar itu, Pemkab Simalungun mengadakan Marharoan Bolon untuk menggerakkan keterlibatan warga membangun desanya. "Kita membangun Simalungun bukan lagi dalam kondisi keuangan yang 0 (nol) tapi minus. Banyak pekerjaan rumah yang mesti kita perbaiki, termasuk yang utama adalah kondisi jalan yang rusak. Dari total panjang jalan 1800 Km, 70 persennya (1200) berstatus rusak berat," ujar Radiapoh, Rabu (6/7/2021).

Radiapoh juga berkali-kali mengakui, akibat jalan rusak, kegiatan masyarakat terhambat. Termasuk bisnis dan transportasi jasa serta perdagangan. Dirinya pun sudah berkomunikasi dengan Pemprov Sumut untuk permohonan perbaikan ruas jalan berstatus provinsi.

"Jalan poros desa ke jalan besar banyak yang rusak, jalan kabupaten dan jalan provinsi rusak. Prioritas perbaikan kita adalah jalan kabupaten. Maka itu kita buat program Marharoan Bolon. Saya sudah sampaikan ke provinsi. Saya bilang "itu jalan provinsi, terus apa yang mau saya sampaikan kepada mereka (masyarakat)" kalau jalan belum juga diperbaiki," jelas Radiapoh.(alj/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved