Khazanah Islam
Sholat Tahajud Tolak Wabah Covid-19, Doa Saat Allah Turun ke Langit Dunia di Sepertiga Malam
Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com - Dengan sholat tahajud di sepertiga malam bisa juga diniatkan untuk menghindari wabah Covid-19.
Caranya dengan memanjatkan doa tertentu untuk memohon perlindungan kepada Allah.
Sholat tahajud (Salat Tahajud) adalah satu di antara cara mendapatkan keutamaan dari Allah SWT. Shalat sunnah di sepertiga malam ini merupakan waktu mustajab berdoa.
Di sepertiga malam, disebutkan oleh Rasulullah bahwa Rabb Tuhan yang Maha Esa turun langsung ke langit dunia. Hadist ini menguatkan Allah ingin lebih dekat kepada hambaNya yang bermunajad.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 1808)
Sholat Tahajud dimulai setelah Isya hingga sebelum Sholat Subuh.
Tapi lebih dianjurkan melaksanakan Sholat Tahajud di sepertiga malam terakhir. Dan dilakukan setelah tidur lebih dahulu.
Sepertiga malam pertama, yaitu kira-kira dari jam 19.00 sampai pukul 22.00.
Sepertiga malam kedua, yaitu kira-kira dari jam 22.00 sampai pukul 01.00.
Sedangkan sepertiga malam terakhir kira-kira dari pukul 01.00 sampai subuh.
Ada rahasia ketenangan dan kedekatan dengan Rabb pada waktu sepertiga malam, karena sebagian orang sedang asyik tertidur pulas.
Niat salat tahajud atau Sholat Tahajud
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatat tahajudi rok’ataini lillahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat sholat sunah tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala”
Doa Sholat Tahajud
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fî hinna.
Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqa’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was sa‘atu haq.
Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu.
Fagfirlî ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a‘lantu, wa ma anta a‘lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.
Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya.
Surga itu nyata, neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.
Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai.
Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku.
Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya dan upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”
Ini Kumpulan Doa Memohon Kesembuhan dan Terlindung dari Sakit
Doa meminta agar seluruh anggota keluarga diberikan kesehatan
اَللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِى الدُّنْيَاوَالْآٰ خِرَةِ. اَللّٰهُمَّ اَسْأَلُكَ الْعَفْوَوَالْعَافِيَةَ فِىْ دِيْنِى وَدُنْيَاىَ وَاَهْلِى وَمَالِىْ
Allaahumma innii as-alukal ‘aafiyata fiddunyaa wal aakhirati. Allaahumma as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dunyaa wa ahlii wamaa lii.
Artinya : Ya Allah, sesungguhnya saya meminta kepada-Mu sehal wal ‘afiyat di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya saya meminta kepada-Mu maaf dan sehat wal ‘afiyat pada agamaku, dan duniaku, dan keluargaku, dan harta bendaku.
Doa agar senantiasa sehat dan terbebas dari berbagai penyakit
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي
Allaahumma-ghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa'aafinii, warzuqnii.
Artinya : Ya Allah, ampunilah saya, kasihanilah saya, berilah petunjuk kepadaku, selamatkanlah saya (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku." (HR. Muslim)
Doa memohon kesembuhan agar terhindar dari penyakit
Allahuma rabba-nnasi mudzhibal baasisydi 'antaasya fii laa sy fiya illa anta syifaa 'an laa yufa'a.
Artinya : Ya Allah, Pemelihara Manusia! Hapus penyakitnya, sembuhkan penyakitnya. Kaulah yang menyembuhkan. Tidak ada obat kecuali obat-Mu. Beri kami obat yang tidak meninggalkan penyakit.
Doa memohon agar keluarga selalu sejahtera dan terlindungi dari segala wabah penyakit
Allaahumma inni a'udzubika min zawali ni'matika, wa thahawwuli a'fiyatika, wa faja'ati niqmatika, wa jami'i sakhatika.
Artinya : Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu dan hilangnya kesehatan dari-Mu dan datangnya kutukan-Mu secara tiba-tiba dan dari segala kemarahan-Mu." (HR. Bukhari Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi)
(*/Tribun-Medan)