Breaking News:

Tunggakan Pajak Sebesar Rp 56 Miliar, Centre Point Cicil Setiap Bulan

Pihak pengelola Centre Point meminta keringanan agar pembayaran pajak yang tertunggak sejak 2010 lalu.

TRIBUN MEDAN/ RECHTIN
SUASANA penyegelan Mal Centre Point dilakukan dengan memasang spanduk berukuran sekitar 5 meter di sepanjang pintu masuk utama dan dua pintu Barat dan Selatan, Jumat (9/7/2021). Penyegelan ini melibatkan ratusan personel Satpol PP dan Kepolisian setempat. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PT Agha Citra Kharisma (ACK) selaku pengelola mal Centre Point akhirnya bersedia membayar tunggakan pajak bumi bangunan (PBB). Untuk diketahui, PBB yang dibayarkan PT ACK berjumlah Rp 3,5 miliar.

"Ya sudah dibayar Senin (12 Juli) sebesar Rp 3,5 miliar," ujar Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Medan, Suherman, Selasa (13/7/2021).

Suherman mengatakan, pihak pengelola Centre Point meminta keringanan agar pembayaran pajak yang tertunggak sejak 2010 lalu itu dilakukan secara bertahap atau dicicil. Dikatakannya, pada bulan Juli, PT ACK berjanji akan membayar sebesar Rp 23 miliar. Namun dari jumlah tersebut baru Rp3,5 miliar yang sudah dibayarkan dan merupakan permulaan.

"Mereka janji Juli bayar Rp 23 miliar, sisanya dibayar 5 kali lagi. Agustus, September, Oktober, November, Desember. Perbulan sekitar Rp 6,6 miliar yang akan dibayar," ungkapnya.

Menurut dia, tagihan Rp 56 miliar itu belum termasuk denda keterlambatan membayar selama 10 tahun. "Dendanya belum termasuk perhitungan kemarin, tapi kita minta itu dibayarkan," tuturnya.

Suherman mengaku belum tahu apakah setelah membayar Rp3,5 miliar itu, segel Mal Centre Point akan dibuka. "Kalau soal penyegelan itukan kebijakan Pak Wali. Yang lain mana mungkin bisa buka, siapa berani," ungkapnya.

Dikatakannya, untuk retribusi IMB (Izin Mendirikan Bangunan), belum bisa ditagih karena alas hak bangunan mal Centre Point yang belum selesai.

Sedangkan untuk PBB dapat dilakukan pengutipan meski alas hak belum ada. "PBB dilihat siapa yang memanfaatkan lahan," tuturnya.

Baca juga: Bobby Nasution Berhasil Paksa Centre Point Bayar Pajak, Wali Kota Sebelumnya Ngapain Aja?

Sebelumnya diberitakan, pihak Pemko membicarakan lebih lanjut dengan pihak Mal Centre Point mengenai kesepakatan selanjutnya pascapenyegelan. Suherman saat itu mengatakan, tak menutup kemungkinan jika pembayaran denda sebesar Rp 56 miliar tersebut dilakukan dengan cara dicicil.

"Kita komunikasikan dengan mereka sampai dapat kesepakatan seperti apa. Kalau dicicil memungkinkan, ya bisa dicicil," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved