Breaking News:

Larangan Pesta Adat

Pelarangan Pesta Adat di Toba Mulai Berlaku Hari Ini, Termasuk Aturan Keagamaan

Bupati Toba Poltak Sitorus melarang masyarakat menggelar pesta adat mulai hari ini, Kamis (15/7/2021)

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi
Bupati Toba Poltak Sitorus dan Wakil Bupati Toba Tonny M Simanjuntak saat disambangi di ruangan bupati pada Rabu (9/6/2021). (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi) 

TRIBUN-MEDAN.COM,TOBA-Bupati Toba Poltak Sitorus melarang masyarakat Kabupaten Toba untuk mengadakan pesta adat mulai hari ini, Kamis (15/7/2021).

Adanya pelarangan pesta adat itu merujuk pada Surat Edaran Nomor 440/3174/Satgas/Covid-19/2021.

Dalam surat edaran itu, Poltak Sitorus meminta agar semua kegiatan yang mengundang kerumunan, khususnya penyelenggaraan pesta adat harus mendapat izin dari Satgas Covid-19

"Izin sebagaimana dimaksud dikeluarkan oleh camat/kepala desa/lurah dengan tembusan kepada Danramil dan Kapolsek," kata Poltak Sitorus dalam surat tersebut, Kamis.

Baca juga: Kena Sidang Tindak Pidana Ringan Karena Langgar PPKM darurat, Pedagang Kopi Ini Ngamuk

Kemudian, sambungnya, pelaksanaan akad nikah/pemberkatan/dan sejenisnya dapat ketentuan hanya dihadiri maksimal sebanyak 25 % persen dari kapasitas ruangan yang tersedia.

Lalu, peserta undangan yang hadir wajib mengikuti protokol kesehatan dengan ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan/menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak.

"Perihal penyelenggaraan acara duka (meninggal dunia), bagi orang yang meninggal dunia di luar Kabupaten Toba dan bukan terkonfirmasi kasus Covid-19, maka jenazahnya harus segera dimakamkan," kata Poltak.

Baca juga: Momen Petugas Kalang Kabut Lihat Helikopter Kapolda Sumut Pantau PPKM Darurat

Kemudian, bagi jenazah yang datang dari luar kota dan terkonfirmasi positif Covid-19, diminta selambat-lambatnya dalam waktu 2x24 jam harus dimakamkan.

Pelayat yang hadir jumlahnya juga dibatasi maksimal 25 persen. 

"Untuk waktu penyelenggaraan kegiatan maksimal sampai pukul 15.00 WIB," kata Poltak Sitorus

Sementara itu, untuk kegiatan kerohanian masih diperbolehkan, dengan catatan hampir sserupa, yakni jumlah jemaat hanya 25 persen dari kapasitas ruangan. 

"Kegiatan koor ditiadakan," kata Poltak.

Baca juga: Unik, Pasangan Ini Gelar Acara Nikah Dalam Bus Bergerak Demi Mengakali Aturan PPKM Darurat

Menyangkut kegiatan tatap muka sekolah pada satuan PAUD, SD, SMP dan pendidikan keagamaan tidak dapat dilaksanakan menunggu kebijakan yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah tentang pemberlakuan sekolah tatap muka," katanya.

Terakhir soal tempat usaha seperti warung makan dan restoran, hanya boleh melayani pembelian antar jemput, dan melarang pengunjung makan di tempat.(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved