Breaking News:

Proyek Bendungan Lau Simeme Masih Terkendala Pelepasan Lahan

Sebab, lokasinya diketahui masuk di kawasan hutan berstatus hutan produksi tetap (HTP).

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/ALMAZMUR SIAHAAN
WAKIL Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah meninjau progres pembangunan Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang, Rabu (16/6/2021). Bendungan Lau Simeme ditargetkan rampung tahun 2020. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pembangunan Proyek Bendungan Lau Simeme yang berada di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang masih terkendala soal lahan.

Sebab, lokasinya diketahui masuk di kawasan hutan berstatus hutan produksi tetap (HTP). Sehingga Pemprov Sumut akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kementerian terkait soal lahan tersebut.

"Untuk melanjutkan pengerjaan, kawasan hutan itu akan dilepaskan. Pelepasannya melalui Kementerian Kehutanan. Syarat-syaratnya, sudah dipenuhi dan berkasnya sudah di Jakarta," kata Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA, Agus Tripriyono, Kamis (15/7).

Adapun luas lahan proyek Bendungan Lau Simeme yang masuk dalam kawasan hutan yakni mencapai 437 hektare.

Tak sampai di situ, ternyata di dalam kawasan hutan itu, diketahui sudah terdapat 5 desa yang dihuni oleh masyarakat.

Masyarakat di lima desa yang mengklaim lahan tersebut merupakan milik mereka diketahui menuntut ganti rugi atas tanah dan bangunan.

Baca juga: Target Beroperasi Tahun 2023, Proyek Bendungan Lau Simeme Terkendala Lahan

"Kalau kita mau bayar ganti rugi kepada masyarakat di kawasan itu, bisa salah. Makanya kita konsultasi ke Jakarta. Mudah-mudahan bisa cepat selesai," ujar Agus.

Sementara itu, Manajer Proyek Bendungan Lau Simeme PT Wijaya Karya, Untung Tri Uripno menyebutkan bahwa pengerjaan pembangunan Bendungan Lau Simeme ditargetkan selesai pada tahun 2023.

Bendungan Lau Simeme nantinya memiliki kapasitas daya tampung sebesar 21,7 juta kubik.

Dijelaskan Untung bahwa 7 juta kubik diantaranya akan dipakai secara efektif untuk air baku PDAM Tirtanadi, pembangkit listrik mini hydro, termasuk juga sebagai kontrol banjir di Kota Medan serta kebutuhan lainnya.

"Dari keseluruhan progres yang ada bendungan ini bisa beroperasi di tahun 2023," sebut Untung, di kantor Gubernur Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (15/7)..

Untung mengatakan hingga kini pihaknya masih terus melakukan pengerjaan fisik proyek Bendungan Lau Simeme.

Pengerjaan fisik Bendungan Lau Simeme dibagi menjadi dua bagian yakni paket I pembangunan bendungan. Sedangkan paket II merupakan pembangunan terowongan untuk aliran air.

"Paket I itu sudah 18 persen, sedangkan pengerjaan paket II sudah 40 persen," pungkasnya.(ind/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved