Breaking News:

Target Beroperasi Tahun 2023, Proyek Bendungan Lau Simeme Terkendala Lahan

Proyek Bendungan Lau Simeme diprediksi akan tertunda akibat adanya masalah persoalan lahan

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALMAZMUR SIAHAAN
Wakil Gubernur Sumatra Utara Musa Rajekshah meninjau pembangunan bendungan Lau Simeme di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang, Rabu (16/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Pembangunan proyek Bendungan Lau Simeme yang berada di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang masih terkendala soal lahan.

Sebab, lokasinya diketahui masuk kawasan hutan berstatus hutan produksi tetap (HTP).

Sehingga Pemprov Sumut akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kementerian terkait.

"Untuk melanjutkan pengerjaan, kawasan hutan itu akan dilepaskan. Pelepasannya melalui Kementerian Kehutanan. Syarat-syaratnya, sudah dipenuhi dan berkasnya sudah di Jakarta," kata Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA, Agus Tripriyono, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Tak Kenal Lelah, Seorang Ayah Cari Anaknya yang Diculik 24 Tahun Kisahnya Difilmkan Andy Lau

Adapun luas lahan proyek Bendungan Lau Simeme yang masuk dalam kawasan hutan yakni mencapai 437 hektare.

Tak sampai di situ, ternyata di dalam kawasan hutan itu, diketahui sudah terdapat 5 desa yang dihuni oleh masyarakat.

"Kalau kita mau bayar ganti rugi kepada masyarakat di kawasan itu, bisa salah. Makanya kita konsultasi ke Jakarta. Mudah-mudahan bisa cepat selesai," ujar Agus.

Sementara itu, Manajer Proyek Bendungan Lau Simeme PT Wijaya Karya, Untung Tri Uripno menyebutkan bahwa pengerjaan pembangunan Bendungan Lau Simeme ditargetkan selesai pada tahun 2023.

Baca juga: Terkait Penemuan Mayat di Sungai Lau Biang, Polisi Akan Cocokkan DNA Keluarga Herlan Gurning

Bendungan Lau Simeme nantinya memiliki kapasitas daya tampung sebesar 21,7 juta kubik. 

Dijelaskan Untung bahwa 7 juta kubik diantaranya akan dipakai secara efektif untuk air baku PDAM Tirtanadi, pembangkit listrik mini hydro, termasuk juga sebagai kontrol banjir di Kota Medan serta kebutuhan lainnya.

"Dari keseluruhan progres yang ada bendungan ini bisa beroperasi di tahun 2023," sebut Untung, di kantor Gubernur Jalan Diponegoro, Medan, Kamis.

Untung mengatakan hingga kini pihaknya masih terus melakukan pengerjaan fisik proyek Bendungan Lau Simeme.

Baca juga: Jasad Membusuk di Sungai Lau Biang, Polisi Bawa Sampel DNA ke Mabes Polri

Pengerjaan fisik Bendungan Lau Simeme dibagi menjadi dua bagian yakni paket I pembangunan bendungan. Sedangkan paket II merupakan pembangunan terowongan untuk aliran air.

"Paket I itu sudah 18 persen, sedangkan pengerjaan paket II sudah 40 persen," pungkasnya.(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved