Breaking News:

News Video

12 Anak Punk Digunduli Petugas Satpol PP, Sudah Puluhan Tahun Mendiami Gedung Peninggalan Belanda

12 anak punk tersebut terjaring di bangunan tua yang terletak di Jalan Sutomo, Kecamatan Tanjungbalai Selatan

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGBALAI - Sebanyak 12 orang anak punk yang ada di Kota Tanjungbalai terjaring razia.

Keduabelas orang tersebut terjaring di bangunan tua yang terletak di Jalan Sutomo, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, Kamis(15/7/2021).

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tanjungbalai, Indra mengatakan bahwa razia ini dilakukan setelah dilakukan rapat dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Tanjungbalai.

"Ini dilakukan dikarenakan telah melakukan kordinasi dengan para Forkopimda di Kota Tanjungbalai," kata Indra.

Katanya, 12 orang anak punk yang mendiami bangunan kosong eks gudang peninggalan Bank di jaman kolonial itu berhasil diamankan.

"12 orang, 2 perempuan, dan 10 laki-laki. Kemudian anak dibawah umur ada 4 orang," katanya.

Lanjutnya, dari ke-12 anak punk tersebut, hanya 2 orang anak punk yang berdomisili di Tanjungbalai. "Selebihnya dari luar kota, seperti Medan, Padang, dan Jami," jelas Indra.

Untuk memberikan efek jerah, anak punk tersebut diberikan sanksi berupa dipangkas botak dan di buat pernyataan.

"Kami serahkan ke Dinas Sosial, untuk diluar daerah diberikan ke Pemprov. Sebelum di serahkan, anak ounk tersebut kami pangkas untuk memberikan efek jerah," katanya.

Dijelaskannya, tempat tersebut sudah menjadi basecamp anak punk sejak puluhan tahun. "Mereka turun menurun. Ini dijadikan basecamp untuk anak punk se-Indonesia," jelasnya.

Sementara, saat diamankan, anak punk tersebut terlihat sedang memasak dan tertempel beberapa stiker dan spanduk ciri khas anak punk.

(cr2/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved