Breaking News:

Petani Andaliman Sumut Bangkit dari Keterpurukan Panen Tahun 2020, Berharap Bantuan Ekspor

Saat akan panen raya pada tahun 2020, harapan besar para petani harus pupus saat pandemi melanda. 

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Petani andaliman, Marandus Sirait bersama rekannya saat panen di kebun beberapa waktu lalu. 

"Padahal sebelum Covid-19 kita sudah buat kesepakatan dengan para petani untuk ambil harga termurah sebesar Rp40 ribu agar petani sejahtera dan saat mahal kita sudah bilang akan kita ambil seharga Rp150 ribu. Bahkan bulan Desember-Januari itu bisa Rp250 ribu per kg kita ambil dari petani karena banyak konsumen sedikit produk," ujarnya.

Walaupun harga andaliman pada bulan Desember mampu capai harga tertinggi, namun pada bulan Februari hingga April, harga andaliman mampu terjun bebas seharga Rp5000 per kg. 

Dikatakan Sirait, saat ini penetapan harga andaliman belum mendapat ketetapan harga yang stabil. 

Terkait dua kendala ini, Sirait berharap akan ada solusi nyata dari pemerintah kepada para petani andaliman.

"Biarlah petani ini fokus dalam pengembangan pertanian dan biarlah pemerintah memikirkan pasar andaliman ini. Yang penting petani itu diuntungkan. Kami berharap agar tanaman andaliman segar itu seharga Rp35 ribu," kata Sirait.

Lanjutnya, Sirait berharap ada sinergitas dari pemerintah agar dapat membantu para petani memahami penanaman produk andaliman yang memiliki potensi besar dalam bidang ekspor jika dibina dengan baik. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved