Breaking News:

News Video

Dampak PPKM Darurat, Pedagang Kopi Bawa Dagangannya Keliling Tawarkan Kepada Masyarakat

Untuk mencari pelanggan para pegiat coffee yang terdiri dari 11 coffee shop di Kota Medan ini melakukan 'jemput bola' untuk mencari pelanggan.

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa | Editor: Ade Saputra

Dampak PPKM Darurat, Pedagang Kopi Bawa Dagangannya Keliling Tawarkan Kepada Masyarakat

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pemerintah Sumatera Utara khususnya Kota Medan saat ini tengah gencar melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) agar menghentikan penyebaran Covid-19 yang tengah mewabah.

Namun, dampak PPKM juga dirasakan para pedagang, seperti pegiat coffee shop di Kota Medan.

Untuk mencari pelanggan para pegiat coffee yang terdiri dari 11 coffee shop di Kota Medan ini melakukan 'jemput bola' untuk mencari pelanggan.

Dengan membawa kertas bertuliskan "pak, ibu tolong kami para penjual kopi mumet, kopi itu nikmatnya sambil nongkrong dan ngobrol".

Tak hanya itu, beberapa poster lainnya seperti "kami merindukan suara pesanan" juga turut ditulis para pegiat kopi.

Dari amatan Tribun Medan, para pegiat kopi ini membawa kopi dan berkeliling Lapangan Merdeka sembari menawarkan kepada para petugas yang berjaga.

Rasyid, yang ditemui Tribun Medan mengatakan bahwa dirinya bersama teman-temannya terpaksa 'menjemput bola' agar dagangannya laku.

"Kami yang terdiri dari 11 coffee shop di Kota Medan, melakukan aksi jemput bola, atau membawa dagangan langsung untuk dibeli masyarakat. Karena PPKM Darurat Kota Medan tidak memperkenankan pesan makan minum di tempat. Nah ini menjadi dampak bagi kami para pegiat kopi. Di mana kalau minum kopi itu enaknya sambil nongkrong dan bercerita," ujarnya, Sabtu (17/7/2021).

Lanjutnya, PPKM Darurat Kota Medan ini begitu berpengaruh terhadap omsetnya.

Rasyid juga menuturkan bahwa dagangan sistem jemput bola ini baru laku sekitar 30 persen dari jumlah yang dibawanya.

"Pengaruhnya besar sekali. Kalau tidak begini kami tidak makan. Hari ini dagangan baru laku 30 persen," sebutnya.

Rasyid juga berharap agar secepatnya PPKM di Kota Medan ini segera berakhir dan aktivitas masyarakat kembali normal.

"Ya harapan kita semoga cepat normal lah. Karena PPKM ini benar-benar menurunkan omset. Kalau pedagang makanan lainnya bisa membawa pulang, nah kalau coffee gimana. Minum coffee itu enaknya di tempat dan sembari nongkrong. Semoga ini cepat berakhir lah," sebutnya.

(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved