Breaking News:

Dugaan Korupsi Dana Desa

Indikasi Korupsi Dana Desa, Jaksa Geledah Kantor Desa Sei Siur

Jaksa menggeledah kantor Desa Sei Siur sekaitan dengan dugaan korupsi dana desa tahun 2019/2020

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
HO
Penyidik kejaksaan saat menggeledah kantor Desa Sei Siur, Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, Jumat (16/7/2021). Penggeledahan sekaitan dugaan korupsi dana desa.(HO) 

TRIBUN MEDAN.COM,LANGKAT-Penyidik Tindak Pidana Khusus Cabang Kejaksaan Negeri Pangkalanbrandan menemukan indikasi korupsi dana desa di Desa Sei Siur, Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat.

Tak pelak, jaksa kemudian menggeledah kantor Desa Sei Siur pada Jumat (16/7/2021) sore. 

Penggeledahan dilakukan guna mengumpulkan barang bukti, terkait dugaan korupsi tersebut. 

Kacabjari Pangkalanbrandan, Ibrahim Ali mengatakan, saat ini penyidik tengah menyelidiki dugaan penyimpangan atau penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) pada tahun 2019 dan 2020.

Baca juga: Berhasil Masuk Dalam Keluarga Cendana, Mayangsari Ungkap Keuntungan Bambang Trihatmodjo Menikahinya

Ia menjelaskan, saat tiba di kantor Desa Sei Siur, tim langsung melakukan pemeriksaan di sejumlah ruang kerja.

Kemudian, tim juga melakukan pemerisaan terhadap sejumlah perangkat desa yang ada di lokasi.

Adapun pegawai yang dipanggil untuk diperiksa, yakni sekretaris desa dan sejumlah kepala seksi hingga kepala urusan. 

“Penggeledahan dilakukan dengan dibantu oleh tim intel,” ujarnya, kemarin malam. 

Baca juga: Lantik Kepala Desa Selamat yang Baru, Ashari Tambunan Ingatkan Soal Tanggungjawab

Kemudian, Ali mengatakan, penggeledahan yang dilakukan penyidik turut diketahui oleh seluruh pegawai Kecamatan Pangkalansusu dan kepala dusun setempat. 

Setelah menemukan dokumen-dokumen terkait dengan dugaan korupsi itu, tim lalu fokus melakukan perhitungan terhadap kerugian negara. 

“Penggeledahan dilakukan karena masih ada data yang dibutuhkan. Ditambah lagi sejumlah saksi dari perangkat desa juga tidak kooperatif saat diperiksa penyidik,” katanya. 

Penggeledahan dilakukan berdasarkan penetapan dari Pengadilan Negeri Medan Kelas 1A Khusus Nomor : 09/PGD/PID.SUS-TPK/2021/PN-MDN Tgl 13 Juli 2021 dan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Langkat di Pangkalan Brandan Nomor : Print-01/L.2.25.8/Fd.1/07/2021 Tanggal 16 Juli 2021.(wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved