Breaking News:

Viral di Medsos, Pemko Medan Tegaskan Isu Team Covid Hunter Hoax

Pemko Medan sampai saat ini tidak ada menurunkan Team Covid Hunter Lintas Sektoral yang melakukan penertiban

Editor: Ismail
TRIBUN MEDAN
Personel gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP melakukan penyekatan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kampung Lalang Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara, Kamis (15/7/2021). Penyekatan tersebut dalam rangka mengurangi mobilitas warga demi mengurangi angka penyebaran COVID-19 selama pemberlakuan PPKM Darurat di Kota Medan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUNMEDAN.ID, MEDAN - Pemko Medan sampai saat ini tidak ada menurunkan Team Covid Hunter Lintas Sektoral yang melakukan penertiban dengan membawa petugas laboratorium dan ambulans. Apalagi team dikatakan langsung melakukan Swab di tempat dan bila reaktif langsung diisolasi malam itu juga. Ditambah lagi team disebut bertugas mulai pukul 19.30 WIB selama dua jam yang dilaksanakan setiap malam hingga Selasa (20/7) mendatang.

"Itu (berita) tidak benar, sebab Pemko Medan tidak ada membentuk dan Team Covid Hunter Lintas Sektoral. Yang ada Patroli PPKM Darurat dan bertugas mulai pagi hingga malam hari berasal dari unsur Polrestabes Medan, Dinas Pariwisata, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan serta Dinas Kominfo, serta Dinas Perhubungan. Jadi berita itu hoax," kata Kabag Prokopim Setdako Medan Arrahman Pane meluruskan, Jumat (16/7/2021) malam.

Dikatakan Arrahman, Patroli PPKM bertugas mulai pagi pukul 07.00 s/d 15.00 WIB dan sore pukul 15.00 s/d 23.00 WIB. Ditegaskannya, Patroli PPKM tidak pernah melakukan test Swab.

"Test Swab hanya dilakukan pada Pos Penyekatan di perbatasan dan tidak ada test Swab random pada masyarakat," jelasnya.

Dalam menjalankan tugas, jelas Arrahman, Patroli PPKM hanya menyasar kepada para pengusaha hiburan malam, mall, kafe, usaha kuliner, pasar tradisionil dan perkantoran sesuai dengan Surat Edaran Walikota Medan tentang PPKM Darurat.

Selanjutnya, Arrahman menegaskan, Pemko Medan telah membentuk satgas covid-19 untuk menangani penyebaran virus covid 19 di Kota Medan.

"Sekali lagi ditegaskan, Pemko Medan tidak pernah membentuk team covid Hunter selama pandemi, khususnya pada saat PPKM Darurat diberlakukan. Jadi yang bertanggung jawab terkait permasalahan Covid 19 di kota Medan adalah Satgas Covid-19," ungkapnya.

Kemudian, Arrahman lebih jauh menjelaskan, Patroli PPKM bertugas untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung sesuai dengan ketentuan pembatasan kegiatan PPKM Darurat. Selain Patroli PPKM, ungkapnya, Pemko Medan juga membuat pos penyekatan, baik dalam dan luar kota sebagai upaya untuk mempersempit mobilitas masyarakat.

"Khusus pos penyekatan luar kota pada perbatasan Kota Medan dan Belawan turut serta Dinas Kesehatan yang memastikan pelaku perjalanan punya kepentingan dan dalam keadaan sehat sesuai standar protokol kesehatan," jelasnya.

Seperti diketahui, viral di medsos berita hoax yang menyebutkan Pemko Medan telah membentuk Team Covid Hunter yang akan melakukan langsung swab random kepada masyarakat sebanyak 20 orang setiap harinya.

Selain itu Team Covid Hunter dikatakan langsung melakukan Swab di tempat. Apabila hasilnya reaktif, maka akan langsung diisolasi pada malam itu juga. Berita hoax itu juga menyebutkan, patroli dilakukan mulai pukul 19.30 WIB dan dilakukan selama 2 jam.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved