Breaking News:

Ekspor Tumbuh, Garuda Optimalkan Layanan Chargo dan Charter

Garuda berhasil membukukan pertumbuhan angkutan kargo hingga 35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020 lalu.

Penulis: Yufis Nianis Nduru | Editor: Eti Wahyuni
landor.com
Maskapai Garuda Indonesia 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ditengah pandemi Covid-19 ini, maskapai Garuda Indonesia mengoptimalkan percepatan pemulihan kinerja dengan momentum pertumbuhan sektor ekspor nasional melalui langkah maksimalisasi pangsa pasar angkutan logistik.

Hal tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan sektor ekspor nasional yang diperkirakan akan terus meningkat, menyusul laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatatkan konsistensi peningkatan trafik ekspor Indonesia pada bulan Juni 2021 lalu dengan keberhasilan angka pertumbuhan hingga 54,46 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. 

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa peningkatan ekspor menjadi peluang Garuda Indonesia untuk mengoptimalkan bisnis Chargo dan Charter.

“Sejalan dengan berbagai langkah upaya perbaikan kinerja usaha yang terus kami lakukan secara berkelanjutan, tren pertumbuhan sektor ekspor nasional menjadi momentum penting bagi upaya optimalisasi lini bisnis penunjang yang dijalankan Perusahaan di tengah tekanan kinerja usaha imbas pandemi Covid-19, terutama melalui  bisnis kargo dan charter," ungkap Irfan, Sabtu (17/7/2021).

Berdasarkan catatan Garuda Indonesia, per Mei 2021, Garuda berhasil membukukan pertumbuhan angkutan kargo hingga 35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020 lalu.

Konsistensi tersebut sejalan dengan kinerja  bisnis kargo  pada akhir tahun 2020 lalu dimana perusahaan berhasil mencatatkan angkutan trafik kargo udara yang menyentuh level 99 persen dari performa angkutan kargo pada periode sebelum pandemi.

Dengan tren pertumbuhan positif tersebut, Garuda Indonesia akan terus mengoptimalkan utilisasi armada bagi perluasan jaringan penerbangan kargo guna menunjang aktivitas direct call komoditas ekspor unggulan dan UMKM dari berbagai wilayah Indonesia, salah satunya melalui pengoperasian 2 (dua) armada passenger freighter yang kini melayani sejumlah penerbangan kargo domestik maupun internasional. 

Semasa pandemi ini, lini bisnis kargo menjadi salah satu tumpuan utama pendapatan usaha Garuda Indonesia, di tengah penurunan trafik angkutan penumpang yang terjadi imbas kondisi pandemi yang berlangsung sejak tahun lalu, yang tentunya berpengaruh signifikan terhadap perfoma kinerja finansial Perusahaan sepanjang tahun 2020.

Baca juga: PPKM Darurat Jawa dan Bali, Garuda Indonesia Tetap Layani Penerbangan, Simak Penjelasannya

Melalui penyampaian laporan keuangan tahun buku 2020, Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan usaha sebesar  US$ 1,4 miliar yang ditunjang oleh pendapatan penerbangan berjadwal sebesar US$ 1,2 miliar, pendapatan penerbangan tidak berjadwal US$ 77 juta, dan lini pendapatan lainnya sebesar US$ 214 juta.

Selain itu, Garuda Indonesia juga mencatatkan penurunan beban operasional penerbangan sebesar 35,13 persen menjadi US$ 1,6 miliar dibandingkan tahun 2019 lalu yang sebesar US$ 2,5 miliar.

Hal tersebut turut ditunjang oleh langkah strategis efisiensi biaya, yang salah satunya melalui upaya renegosiasi sewa pesawat maupun efisiensi biaya operasional penunjang lainnya yang saat ini terus dioptimalkan oleh Perusahaan.

Melalui upaya tersebut, saat ini Garuda Indonesia berhasil melakukan penghematan beban biaya operasional  hingga US$ 15 juta per bulannya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved