Breaking News:

Masuk Zona Merah di Kabupaten Karo, Aktivitas Jambur di Tiga Kecamatan Ditutup

Untuk menekan jumlah kasus persebaran Covid-19 Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, melakukan beberapa kebijakan.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun Medan/Goklas Wisely
SUASANA Pesta pernikahan di Balai Namaken dan Jambur Namaken di Jamin Ginting berlangsung dengan tidak menaati aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang diperketat, Sabtu (10/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Beberapa daerah yang tercatat memiliki persebaran kasus Covid-19 yang cukup tinggi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai mikro hingga darurat.

Diketahui, Kabupaten Karo saat ini juga masuk ke dalam wilayah yang diterapkan PPKM mikro. Untuk menekan jumlah kasus persebaran Covid-19 Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, melakukan beberapa kebijakan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Sekretariat Satgas Covid-19 Kabupaten Karo, Juspri Nadeak, mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah membuat kebijakan untuk pembatasan kegiatan masyarakat. Dikatakannya, pembatasan ini ditujukan untuk menekan kerumunan yang dapat menjadi klaster penyebaran Covid-19.

"Di masa PPKM mikro ini, kita lakukan beberapa kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat. Agar tidak terjadi kerumunan yang dapat menjadi klaster baru penyebaran Covid-19," ujar Juspri, pekan lalu.

Juspri menjelaskan, pembatasan yang dilakukan seperti menutup sementara segala aktivitas di balai pertemuan atau jambur.  Penutupan ini akan dilakukan di tiga kecamatan yang masuk ke dalam kategori zona merah. Yaitu Kecamatan Berastagi, Kecamatan Kabanjahe, dan Kecamatan Tigapanah.

"Kita ketahui, di Karo untuk pelaksanaan kegiatan biasanya dilakukan di jambur dan pasti ada kerumunan. Sehingga, kita lakukan penutupan jambur di tiga kecamatan yang masuk ke dalam zona merah," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya melihat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi banyak dari klaster jambur. Tak jarang masyarakat yang terpapar mengaku jika dirinya baru saja menghadiri kegiatan di jambur.(cr4)

Sosialisasi ke Masyarakat

KETUA Sekretariat Satgas Covid-19 Kabupaten Karo, Juspri Nadeak mengatakan, agar pemantauan dapat lebih maksimal, pihaknya juga meminta Satgas yang ada di kecamatan agar turut melakukan pemantauan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Dirinya mengatakan, langkah ini ditujukan agar nantinya masyarakat juga merasa memiliki aturan ini dan bukan hanya sekedar diberi aturan.

Soal jika nantinya masih ada masyarakat yang menggelar kegiatan seperti resepsi di rumahnya sendiri, Juspri menjalankan hal inilah yang nantinya menjadi tanggung jawab pihak Satgas di Kecamatan. “Nantinya, jika memang memungkinkan tim Satgas kecamatan harus berada di lokasi untuk melakukan pemantauan,” katanya.(cr4/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved