Breaking News:

Pemkab Sergai Tugaskan 36 Pengawas dan Pemeriksa Kesehatan Hewan Qurban

Ke-36 petugas ini akan bekerja untuk mendata dan mengecek kesehatan hewan yang dijadikan kurban.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
BUPATI Serdang Bedagai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan, melepas sebanyak 36 orang yang bertugas sebagai pengawas dan pemeriksa kesehatan hewan kurban, Minggu (18/7/2021). (TRIBUN MEDAN/HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melepas 36 petugas yang bertugas sebagai pengawas dan pemeriksa kesehatan hewan kurban. Penugasan ini terkait perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah tahun 2021,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya didampingi Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan, dalam sambutannya menyebutkan, ke-36 petugas ini akan bekerja untuk mendata dan mengecek kesehatan hewan yang dijadikan kurban.

"Meskipun kita sedang ada di tengah pendemi, saya berharap masing-masing dari kita bisa tetap maksimal dalam melaksanakan tugas dan fungsi. Bapak dan ibu sekalian sebagai petugas pengawas dan pemeriksa kesehatan hewan kurban harus menjalin koordinasi dengan instansi terkait," ujar Darma Wijaya, Minggu (18/7/2021).

Dikatakan Darma, kalau nantinya menemukan tanda-tanda penyakit atau virus di tubuh hewan kurban, dirinya  meminta petugas pengawas dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban untuk segera melaporkannya.

Dikatakannya, keberadan petugas pengawas dan pemeriksa ini fungsinya sangat membantu, mengingat Kabupaten Sergai baru-baru ini menerima tambahan 2000 ekor domba kurban. Sehingga perlu mendapat perhatian yang serius.

"Ini jumlah yang besar sehingga perlu diperiksa dengan intensif dan detail. Kami percaya para petugas sudah mengetahui apa yang harus dilakukan. Kalau misalnya ditemukan hewan yang kesehatannya bermasalah supaya ditangani dan tidak menular ke hewan kurban lain," ujar Darma.

Baca juga: JELANG IDUL ADHA - Pemkab Sergai Tugaskan 36 Pengawas dan Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban

Darma juga mengingatkan agar umur hewan yang dijadikan kurban harus ikut dicek sehingga dipastikan sah dan diterima sebagai amal ibadah.

Darma menambahkan, pada tahun ini Pemerintah Sergai juga akan menyediakan 50 ekor hewan kurban yang akan disebar ke seluruh kecamatan sesuai dengan jumlah penduduknya.

"Dedikasi dan kerja keras para petugas sangat dibutuhkan demi suksesnya pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di Tanah Bertuah Negeri Beradat," ujar Darma.

Dilakukan Dua Tahap

PLT Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sergai, Andarias Ginting mengatakan, mekanisme pengawasan dan pemeriksaan hewan akan dilakukan dengan dua tahap, yaitu sebelum pemotongan (ante mortem) dan setelah hewan qurban dipotong (post mortem).

"Untuk tahap ante mortem akan dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH) atau tempat pemotongan lainnya yang tersedia. Lalu kemudian dilakukan pemeriksaan post mortem baik di masjid dan tempat pembagian daging qurban," ujar Andarias.

Andarias mengatakan hal ini dilakukan karena demi mencegah beredarnya bagian atau jaringan abnormal dari bagian tubuh hewan yang dikurbankan. Sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi daging yang aman dan sehat.

"Petugas telah dibekali dengan pemahaman akan tugas dan juga disertai dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam prosesnya," pungkasnya.(cr23/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved