Dampak PPKM Darurat Di Medan, Klub Liga 3 Ini Terpaksa Lakukan Hal Berikut
Di tanggal 21 Juli nanti, pihaknya akan mengadakan rapat manajemen terkait keberlangsungan proses latihan tim apabila PPKM Darurat diperpanjang.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pemilik klub Harjuna Putra, Jumadi, menilai penerapan kebijakan PPKM Darurat di Kota Medan, sedikit mengganggu proses latihan para pemainnya.
Betapa tidak, karena kebijakan ini, ia sampai meliburkan skuatnya untuk berlatih.
Baca juga: Rusia Luncurkan Jet Tempur Siluman Murah, Apakah Indonesia Tertarik setelah Gagal Akuisisi F-35?
"Kita liburkan sejak 18 Juli lalu sampai tanggal 20 Juli besok. Jadi anak-anak mulai latihan lagi di tanggal 21 Juli," ujarnya kepada Tribun Medan, Senin (19/7/2021).
Selain itu, sambungnya, manajemen juga terpaksa memindahkan tempat latihan ke daerah yang tidak terdampak PPKM Darurat.
Hal ini guna proses latihan yang lebih efektif untuk tim liga 3 asal Deliserdang ini.
"Base Camp Harjuna kan, di Desa Kelumpang Kebun. Berhubung Desa Kelumpang Kebun masuk wilayah PPKM Darurat, kami alihkan ke Desa Bulu China. Yang mana daerah tersebut tidak masuk wilayah PPKM Darurat," ucapnya.
Ia juga menyampaikan, di tanggal 21 Juli nanti, pihaknya akan mengadakan rapat manajemen terkait keberlangsungan proses latihan tim apabila PPKM Darurat diperpanjang.
Terkait kondisi ini, Jumadi berharap, keadaan kembali normal dan rutinitas tim bisa berjalan seperti biasa.
Baca juga: UPDATE Covid-19 di Sumut Per 19 Juli 2021, Terdapat Penambahan 611 Kasus Baru
Ia tidak menampik, pihaknya mendukung penuh kebijakan PPKM Darurat ini dengan alasan kemanusiaan.
Menurutnya, tidak menjadi masalah apabila jadwal latihan sedikit terganggu.
Hal ini guna mencegah adanya kluster baru di bidang sepakbola.
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ps_harjuna_putra.jpg)