Breaking News:

Gempa Guncang Dairi Sumut dengan Kedalaman 3 Km, Ini Penjelasan BMKG

Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 3,5.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
BMKG/net
Ilustrasi gempa bumi. BMKG Wilayah I Medan mencatat gempa terjadi di dairi pada Senin (19/7/2021) malam pukul 20:56:43 WIB. 

TRIBUN-MEDAN.com, DAIRI - Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 3,5.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mencatat gempa terjadi pada Senin (19/7/2021) malam pukul 20:56:43 WIB.

"Wilayah Kabupaten Dairi dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa ini berkekuatan M=3,5," ujar Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hartanto dalam paparan tertulis yang diterima tribun-medan.com pada Senin (19/7/2021) malam.

Ia menyampaikan bahwa episenter terletak pada koordinat 2.77 LU dan 98.35 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 4 kilometer Timur Laut Kabupaten Dairi pada kedalaman 3 kilometer.

Lebih lanjut, ia menguraikan perihal jenis dan mekanisme gempa bumi.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas sesar aktif, Sistem Sesar Sumatera pada segmen Renun," sambungnya.

Akibat gempa ini, masyarakat yang berada di Kota Sidikalang merasakan getaran dan benda-benda yang bergantung bergoyang.

"Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat. Gempa bumi ini dirasakan di wilayah Kota Sidikalang dengan Skala Intensitas III MMI," tuturnya.

"Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang," sambungnya.

Ia melanjutkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

"Hingga pukul 21:30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," ungkapnya.

Sehingga, ia mengimbau masyarakat sekitar agar tidak panik.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tuturnya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id).), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved