Breaking News:

INI PENYEBAB Udara di Kota Medan Terasa Gerah dan Menyengat

BMKG Wilayah I Medan mengungkap alasan kenapa udara di Kota Medan terasa gerah dan menyengat

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga menggunakan payung untuk menghindari teriknya panas matahari di Jalan Agus Salim, Medan, Sabtu (6/4/2019). Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memperkirakan bahwa memasuki April 2019 adanya peralihan musim panas ke hujan. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Beberapa hari terakhir udara di Kota Medan terasa gerah dan menyengat.

Adapun penyebab kondisi cuaca seperti ini lantaran akibat kondisi dinamika atmosfer monsoon Barat Daya (angin baratan) mulai menguat dengan kecepatan berkisar antara 10-30 knot.

"Massa udara yang melewati wilayah Sumut relatif kering dengan nilai kelembaban berkisar antara 40-90 persen," kata Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah I-Medan, Eridawati, Senin (19/7/2021).

Baca juga: ARTIS Sora Aoi Sudah Membintangi 50 Album Film Panas,Kini Ungkap Alasannya Pensiun di Usia 37 Tahun

Ia menyebutkan, bahwa cuaca ekstrem tersebut tidak hanya terjadi di Kota Medan saja, tapi juga sejumlah daerah khususnya di wilayah dataran rendah, pantai hingga perkotaan.

Eridawati mengatakan, adapun suhu udara saat ini mencapai 36 derajat celcius.

"Hal ini menyebabkan pertumbuhan awan tidak signifikan, sehingga dalam seminggu kedepan wilayah Sumatera diprediksi umumnya cerah berawan,"

"Suhu udara rata-rata di wilayah Sumut diprediksi cukup panas khususnya di wilayah dataran rendah, pantai dan perkotaan dengan suhu berkisar antara 26 – 36 celcius, wilayah pegunungan dan dataran tinggi berkisar antara 18–27 celcius," bebernya.

Baca juga: Hati-hati, Hari Ini Kota Medan Diprediksi Bakal Dilanda Cuaca Buruk

Meski saat ini udara terasa menyengat, namun BMKG Wilayah I Medan turut mengimbau warga untuk mengantisipasi adanya angin kencang yang bersifat panas dan kering di wilayah Langkat, Karo, Deliserdang, Medan, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Padang Lawas Utara.

Eridawati meminta agar masyarakat dapat bijak menggunakan api, yang bisa mengakibatkan kebakaran hutan, lahan dan pemukiman. 

"Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menjaga kesehatan akibat kondisi yang panas dan kering,"

"Para pengendara berhati-hati terhadap angin kencang yang dapat membahayakan dalam berkendara,"

"Diimbau masyarakat harus tetap waspada dan memantau informasi kondisi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG," pungkasnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Sumut, Berikut Adalah Wilayah yang Bakal Dilanda Cuaca Buruk

Ia memperkirakan prospek cuaca panas ini akan terjadi dalam seminggu kedepan sejak 19 Juli hingga 25 Juli mendatang.

Namun begitu, saja kondisi cuaca ini berubah sewaktu-waktu.(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved